HANKAM

KSP Beri Pesan Jelang Keberangkatan Pasukan Perdamaian ke Lebanon

Kesiapan Pasukan Perdamaian
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman bersama Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Menteri Luar Negeri Sugiono, hingga Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen Iwan Bambang Setiawan memastikan secara langsung kesiapan ratusan pasukan perdamaian yang akan segera ditugaskan ke Lebanon, di PMPP TNI di Sentul, Bogor, Senin (11/5). (Foto: Dok. KSP)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, memastikan kesiapan 742 personel pasukan perdamaian TNI untuk merotasi dan menggantikan pasukan Indonesia yang saat ini berada di Lebanon.

“Saya lihat pasukan sudah siap. Tentunya ini adalah misi PBB, tetapi yang lebih penting adalah mengemban misi bangsa Indonesia,” kata Dudung di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Senin (11/5).

Kedatangan Dudung ke PMMP yang dilakukan bersama Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pasukan perdamaian yang akan diberangkatkan pada 22 Mei mendatang.

Baca Juga: TNI Kirim 734 Prajurit ke Lebanon Tergabung dalam Enam Satgas

Dudung menambahkan soal pentingnya menjaga keselamatan prajurit, menjaga nama baik bangsa, serta melaksanakan tugas pokok sebaik-baiknya. Menurutnya, para prajurit TNI memiliki keistimewaan di mata dunia internasional.

“Karena misi perdamaian ini, khususnya tentara Indonesia sangat diidam-idamkan di sana karena keramahannya, kepeduliannya, dan keseriusannya dalam melaksanakan tugas,” ungkap Dudung dikutip, Selasa (12/5).

Ia pun turut meminta doa kepada seluruh rakyat Indonesia agar tugas yang dijalankan prajurit perdamaian Indonesia dapat berjalan lancar dan kembali dengan selamat.

“Kepada seluruh rakyat Indonesia, mohon doa restu, semoga seluruh pasukan ini menjalankan tugas dengan lancar, kita harapkan kembali dengan selamat, dan misi perdamaian dapat berjalan dengan sukses,” tutup Kastaf.

Baca Juga: HUT Kodam Cenderawasih jadi Momentum TNI Rawat Budaya Papua

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono turut mengingatkan para prajurit sebagai penerus sejarah bangsa untuk menjalankan tugas dengan ikhlas, penuh semangat, dan keyakinan demi mengangkat reputasi Indonesia di dunia internasional.

Sebagai penjaga perdamaian, lanjut Sugiono, medan operasi yang akan dihadapi tengah menghadapi eskalasi. Ia berpesan untuk selalu mengutamakan faktor keselamatan.

“Kebanggaan bagi saya untuk bertemu saudara-saudara pada saat ini, dan kebanggaan lebih besar bagi saya untuk bisa bertemu saudara-saudara pada saat saudara kembali ke tanah air dalam kondisi yang baik dan sehat,” ucap Sugiono. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.