KSAU Ungkap Rencana Peningkatan Struktur Kopasgat Jadi Satuan Setingkat Bintang Tiga

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengungkap fokus pengembangan organisasi di TNI Angkatan Udara (TNI AU), termasuk rencana peningkatan struktur Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) menjadi satuan setingkat bintang tiga.
Kopasgat merupakan salah satu satuan utama TNI AU yang saat ini masih dipimpin oleh perwira tinggi (Pati) bintang dua, yaitu Marsda TNI Deny Muis. Ia didapuk sebagai pucuk pimpinan pasukan elite TNI AU itu sejak 3 Januari 2025.
Rencana pengembangan organisasi tersebut merupakan salah satu dari lima fokus utama TNI Angkatan Udara saat ini. Dalam sambutannya saat menerima laporan korps kenaikan pangkat 18 perwira tinggi (Pati) TNI AU di Mabesau, Jakarta, Rabu (9/7), KSAU turut membeberkan empat fokus lainnya.
Baca Juga: Taifib Marinir Terjun Bebas dari Helikopter Bell-412 di Ketinggian 6000 Kaki
Keempat fokus tersebut meliputi pembaruan piranti lunak untuk menyusun postur kekuatan udara ke depan, pengembangan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam), peningkatan profesionalisme sumber daya manusia (SDM), serta peran aktif TNI AU dalam mendukung program-program pemerintah.
Terkait dukungan terhadap program nasional, KSAU menjelaskan bahwa TNI AU telah membangun 30 dapur sebagai bagian dari program ketahanan pangan. “TNI AU tengah dipersiapkan untuk mendukung pengembangan program ketahanan pangan berbasis gandum,” jelas Marsekal Tonny dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Kamis (10/7).

Di tengah penguatan peran TNI AU dalam berbagai sektor, KSAU juga memberikan perhatian terhadap pembinaan personel dan karier Pati TNI AU yang profesional serta adaptif terhadap tugas. Hal tersebut salah satunya diimplementasikan dalam bentuk kenaikan pangkat.
KSAU menegaskan bahwa kenaikan pangkat tidak hanya bentuk penghargaan atas dedikasi dan integritas, tetapi juga membawa tanggung jawab yang lebih besar dalam mendukung tugas-tugas strategis pertahanan udara nasional.
Baca Juga: TNI AL dan Turki Bahas Proyeksi Kekuatan Laut, Kerja Sama Operasi hingga Kolaborasi Logistik
Adapun nama 18 Pati yang menerima kenaikan pangkat terdiri dari Marsdya TNI Minggit Tribowo, Marsda TNI Tyas Nur Adi, Marsda TNI Semri Bija, Marsda TNI Suryanto, Marsda TNI Suliono, dan Marsda TNI Yusran Lubis.
Kemudian, terdapat nama Marsma TNI Nana Resmana, Marsma TNI Triswan L., Marsma TNI Agus Kamal, Marsma TNI Ifan Budi Marwanto, Marsma TNI Eko Budiono, dan Marsma TNI Jon Keneddy Ginting.
Enam Pati lainnya adalah Marsma TNI A. Djajaprawira, Marsma TNI Moh. Juanda, Marsma TNI Arif Puwo Handoko, Marsma TNI Victor R.C.J. George, Marsma TNI M. Daril Kaesorry, dan Marsma TNI Margono G.S. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































