KSAU Terima Penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial, Ini Alasannya

Jakarta, IDM – Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin secara simbolis memberikan penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono di Jakarta, Senin (5/8).
Penghargaan tersebut dianugerahkan kepada KSAU berdasarkan Keppres RI Nomor 128 tahun 2019 dan Nomor 35 Tahun 2021 tentang Penganugerahan Satyalencana Kebaktian Sosial.
Selain KSAU, Wapres RI juga menyematkan penghargaan serupa kepada 26 perwakilan penerima yang berasal dari 26 provinsi.
Baca Juga: TNI AD Buka Lahan Palawija Seluas 300 Hektare di Majalengka
“Satyalencana Kebaktian Sosial adalah penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah bagi pendonor darah yang telah mendonorkan darah 100 kali,” tulis Dispenau dalam keterangan resminya dikutip Selasa (6/8).

Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin menyoroti pentingnya ketersediaan darah yang cukup untuk menjaga kesehatan dan menyelamatkan nyawa warga negara.
"Darah dibutuhkan untuk menjaga kesehatan, menyelamatkan nyawa, keperluan medis, hingga membantu penanganan penyakit kronis, " ungkap Wapres RI.
Baca Juga: TNI AD Siapkan Roket Astros Jelang Latgabma Super Garuda Shield
Kendati demikian, darah tidak dapat tersedia dengan cepat dan cukup, baik di rumah sakit maupun bank darah. Untuk itu, keberadaan pendonor darah sukarela (DDS) menjadi sangat krusial.
“Setetes darah dapat memberikan harapan dan semangat bagi mereka untuk kembali sehat dan beraktivitas seperti semula,” sambung Ma'ruf Amin.
Sementara itu, KSAU mengatakan bahwa darah yang didonorkan diharapkan dapat membantu sesama. “Harapannya Indonesia menjadi lebih sehat dan masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu,” kata Tonny kepada awak media. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































