HANKAM

KSAU Tegaskan Pembangunan Kekuatan TNI AU Harus Diimbangi Kesiapan SDM

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono menutup Gladi Posko Latihan Angkasa Yudha 2026 di Seskoau. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting dalam upaya pembangunan kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU) secara menyeluruh.

Menurutnya, SDM yang unggul dibutuhkan untuk mengoperasikan, mengintergrasikan, sekaligus memelihara beragam alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru yang akan memperkuat kapabilitas TNI AU dalam beberapa tahun mendatang.

“Pembangunan kekuatan tidak hanya berbicara mengenai pengadaan alutsista, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang akan mengoperasikan dan memeliharanya,” tegas KSAU saat menutup Gladi Posko Latihan Angkasa Yudha 2026 di Seskoau, Lembang, Bandung, Jumat (5/7).

Baca Juga: Arti Nomor pada Lambung KRI, Menandakan Jenis Kapal TNI AL

Penekanan tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Latihan Angkasa Yudha 2026 sebagai sarana strategis untuk menguji kesiapan organisasi menghadapi berbagai kontingensi. Melalui latihan ini, TNI AU juga mematangkan strategi yang adaptif terhadap perkembangan geostrategis dan karakter operasi multidomain.

Penutupan Latihan Angkasa Yudha
Penutupan Gladi Posko Latihan Angkasa Yudha 2026 di Seskoau. (Foto: Dok. Dispenau)

“Perubahan lingkungan strategis, perkembangan teknologi militer, serta munculnya ancaman lintas domain menuntut kemampuan berpikir adaptif dan pengambilan keputusan yang cepat, tepat, serta terintegrasi,” ungkap Tonny dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Minggu (5/7).

Pada pelaksanaan tahun ini, Latihan Angkasa Yudha mengadopsi skenario peperangan modern, termasuk perang asimetris untuk menghadapi musuh dengan kekuatan yang lebih besar. Menurut KSAU, skenario tersebut disusun sebagai respons terhadap dinamika geostrategis yang terus berkembang sekaligus mengasah pola pikir operasional prajurit dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman.

Baca Juga: Marinir TNI AL Jajal Taktik Kamuflase Gurun Bareng AS di Hawaii

Untuk mendukung pendekatan tersebut, seluruh skenario latihan kemudian disusun berdasarkan Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa 2025. KSAU menilai doktrin tersebut telah memberikan kerangka yang tepat dalam menjawab karakter multi-domain operation.

“Integrasi operasi udara dengan dimensi siber, informasi, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan operasi yang semakin adaptif terhadap tantangan masa depan,” pungkas Tonny.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.