KSAU Tegaskan Pembangunan Fasilitas Lanud I Gusti Ngurah Rai Harus Sesuai Juknis

Jakarta, IDM - Seluruh pembangunan dan renovasi fasilitas serta bangunan pangkalan TNI Angkatan Udara (TNI AU) I Gusti Ngurah Rai, Bali harus sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam kontrak dan sesuai dengan buku juknis yang berlaku, baik desain bangunan, dimensi, tata ruang, cat, dan spesifikasi lainnya.
Demikian ditegaskan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat meninjau pembangunan fasilitas Pangkalan TNI AU I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (15/11).
“Pembangunan fasilitas yang ditinjau, di antaranya Mess Pringgodani II dan Mess Pringgodani III yang berada di kompleks perumahan Lanud Rai dan baru saja selesai direnovasi. Mess Pringgodani II diperuntukkan bagi para perwira sebagai mess transit, sementara Mess Pringgodani III akan digunakan oleh Prajurit Bintara dan Tamtama,” tulis keterangan Dispenau.
Baca: Dislitbangau Lakukan Uji Coba Operasional Bom MK-81 Live
Momen peninjauan ini dilakukan Fadjar disela-sela mengikuti kegiatan Presidensi G20 di Bali yang berlangsung pada 15-16 November 2022. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































