HANKAM

KSAU Tegaskan Modernisasi Alutsista Harus Diiringi Kualitas Sumber Daya Manusia

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan bahwa modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk kehadiran pesawat pertama A400M, harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) TNI Angkatan Udara (TNI AU).

“Prajurit TNI AU diharapkan mampu beradaptasi dengan era digital, kecerdasan buatan, dan sistem operasi terintegrasi yang menjadi wajah pertahanan masa depan,” ungkap KSAU dalam sambutan tertulis pada upacara rutin tanggal 17 yang digelar serentak di seluruh pangkalan TNI Angkatan Udara (lanud), Senin (17/11).

Baca Juga: Wing Udara 3 Puspenerbal Latihan Gladi Tugas Tempur, Ada Materi Penggabungan Unsur Udara dengan KRI

Marsekal TNI Tonny juga mengapresiasi beragam capaian TNI AU sepanjang 2025, mulai dari keberhasilan operasi, pelayanan publik, hingga pembinaan potensi dirgantara.

Ia menyoroti keterlibatan ribuan personel dan pesawat TNI AU pada perayaan HUT ke-80 TNI di Monas pada 5 Oktober 2025. Beragam atraksi, mulai dari penampilan Jupiter Aerobatic Team, simulasi pertempuran udara jarak dekat, hingga manuver pesawat angkut dan helikopter menjadi bukti profesionalisme serta kesiapan operasional TNI AU, yang sekaligus dapat memperkuat kedekatan TNI AU dengan masyarakat.

Pesawat A400M
Pesawat pertama A400M TNI Angkatan Udara (TNI AU). (IDM/Muhammad Hidayat)

Tonny juga menekankan pentingnya inovasi, termasuk pengunaan smoke trail pod karya teknisi TNI AU dan penyelenggaraan Semarak Dirgantara di Tapanuli Utara yang dinilai berhasil menumbuhkan minat dirgantara generasi muda.

Baca Juga: KSAD Sebut Pengembangan Satuan Baru TNI AD jadi Prioritas Tahun Depan

Ia menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa transformasi kelembagaan melalui Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025 merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi, kultur kerja, serta kesiapsiagaan operasi udara di seluruh wilayah Indonesia.

“Validasi organisasi tidak berhenti pada penataan struktur, tetapi harus berlanjut pada pengukuran kultur kerja serta pembentukan sistem yang efektif agar TNI AU tetap adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis,” pungkas Tonny dikutip dari unggahan instagram @lanud_halim_perdanakusuma. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.