HANKAM

KSAU Tegaskan Komitmen TNI AU Dukung Program MBG dan Ketahanan Pangan Nasional

KSAU.
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono (tengah) usai meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di DSAB, SPPG Lanud Halim Perdanakusuma. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono kembali menegaskan komitmen strategis TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta pemenuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan KSAU usai meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Dapur Sehat Anak Bangsa (DSAB), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (6/2).

Untuk mendukung pelaksanaan program MBG dan ketahanan pangan nasional, KSAU menjelaskan, pihaknya telah memastikan kesiapan setiap pangkalan TNI Angkatan Udara (lanud), mulai dari infrastruktur dan sumber daya, agar prosesnya dapat berjalan dengan efektif serta berkelanjutan.

Baca Juga: TNI AU Kerahkan Pesawat Casa 212, Dukung Operasi Modifikasi Cuaca di Kawasan Jakarta

KSAU juga telah memberi instruksi kepada seluruh jajaran Lanud, baik yang ada di wilayah Jawa maupun luar Jawa, untuk menyesuaikan implementasi program pemerintah ini dengan potensi yang dimiliki di masing-masing wilayah.

"Kami akan menyesuaikan dengan kemampuan tiap Lanud agar program ini tidak hanya berjalan optimal, tetapi juga menjadi model sinergi TNI AU dengan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan," tegas Tonny dikutip dari keterangan Dispenau, Jumat (7/2).

Dapur Sehat Anak Bangsa.
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono meninjau Dapur Sehat Anak Bangsa, SPPG Lanud Halim Perdanakusuma. (Foto: Dok. Dispenau)

Untuk program MBG, Marsekal TNI Tonny menjelaskan, TNI AU juga telah melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah prioritas penerima manfaat. Tujuannya, agar distribusi makanan bergizi dapat berlangsung tepat sasaran.

Baca Juga: Kanker Payudara Ancaman Kesehatan Terbesar Bagi Istri Prajurit TNI AD

Sementara itu, upaya pengelolaan lahan produktif di berbagai Lanud terus diperkuat sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung kemandirian pangan.

"Setiap Lanud akan mengoptimalkan potensi yang ada. Bagi yang sudah berjalan, kami tingkatkan efektivitasnya. Sementara bagi yang masih dalam tahap persiapan, kami pastikan pengelolaan lahannya dilakukan secara optimal sesuai dengan kondisi geografis masing-masing," jelas KSAU.

TNI AU akan terus memastikan keberlanjutan program-program tersebut sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan bukan sekadar inisiatif jangka pendek, melainkan langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan berbasis sumber daya yang dimiliki oleh TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.