KSAU Serahkan Enam Alat Berat untuk Dukung Operasional dan Perkuat Satrekon Diskonau

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyerahkan enam unit alat berat untuk mendukung operasional serta memperkuat Satuan Rekonstruksi Dinas Konstruksi TNI Angkatan Udara (Satrekon Diskonsau).
Melansir keterangan TNI AU, Kamis (28/3), alat berat yang diserahkan adalah Excavator Kapasitas 20 Ton; Excavator Kapasitas 7,5 Ton; Backhoe Loader; Bulldozer; Vibro (Singgle Drum Vibratory Rooller); dan Baby Rooler (Small Tandem Rooler).
Baca Juga: Dankormar Pastikan Kesiapan Satgas Pamtas RI-PNG 2024 Sebelum Bertugas
Keenam unit alat berat tersebut diserahkan secara simbolis kepada Kepala Dinas Konstruksi TNI Angkatan Udara (Kadiskonsau) Marsma TNI Abu Yazid di runway mini Satrekon Diskonsau, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (27/3).

Dalam sambutannya, KSAU berpesan agar jajaran Satrekon Diskonsau dapat menggunakan serta merawat alat berat yang telah diberikan dengan baik.
Baca Juga: 21 Pati TNI AD Naik Pangkat, Ini Daftarnya
Ia menambahkan, standar kualitas fasilitas serta konstruksi TNI AU harus selalu ditingkatkan, mulai dari tingkat organisasi hingga peralatannya.
“Pesatnya pembangunan TNI AU membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, mulai dari level perwira, bintara dan tamtama dengan memiliki latar belakang kemampuan serta pengetahuan yang tinggi,” pungkas KSAU. (yas)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































