KSAU Sematkan Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama Kepada Delapan Pati TNI AU

Jakarta, IDM – Delapan Perwira Tinggi (Pati) TNI AU mendapat penghargaan Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama. Penyematan tanda kehormatan tersebut dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (20/12/2021).
Penyematan tanda Kehormatan Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama merupakan wujud penghargaan negara kepada prajurit TNI AU yang telah menunjukkan kemampuan, kebijaksanaan, dan jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban untuk kemajuan dan pembangunan TNI AU tanpa merugikan tugas pokoknya.
Dikutip dari laman TNI AU, tniau.mil.id, delapan Pati TNI AU tersebut yaitu Aspers Panglima TNI Marsda TNI Kusworo, Wadankodiklat TNI Marsda TNI Eko Dono Indarto, Irjenau Marsda TNI R. Agung Handoko, Asrena KSAU Marsda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, Asrena KSAU Marsda TNI Elianto Susetio, Pangkoopsau I Marsda TNI Ir. Tedi Rizalihadi S.
Berikutnya, Tenaga Ahli Pengkaji Bid. Diplomasi Lemhannas Marsda TNI Toto Miarto dan Tenaga Ahli Pengajar Bid. Kepemimpinan Lemhannas Marsda TNI Indrianto Wibowo Leksono. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































