KSAU Sampaikan Sektor Utama Pemanfataan Ruang Angkasa di Space Summit Indo Defence 2022

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyampaikan sektor-sektor yang dikembangkan TNI AU dalam pemanfaatan ruang angkasa.
Hal tersebut disampaikan Fadjar saat mengisi keynote speech pada Space Summit di Indo Defence 2022 Expo & Forum, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/11).
Dalam paparannya, ia menyampaikan empat sektor utama yang dikembangkan secara signifikan oleh TNI AU dalam pemanfaatan ruang angkasa. Keempatnya meliputi pengembangan ,network centric warfare, komando siber, pengintaian dan kemampuan komunikasi, serta kerja sama luar angkasa.

"Sebagai Kepala Staf Angkatan Udara, saya telah menggarisbawahi sektor penting untuk dikembangkan secara signifikan dalam pemanfaatan ruang angkasa," ujar Fadjar melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi IDM, Jumat (4/11).
Fadjar pun merinci pengembangan tersebut. Ia menyebut Network Centric Warfare kini serang dibangun oleh TNI dan sejumlah pihak lainnya. Menurutnya, kerja sama ini harus didukung oleh kapabilitas satelit yang mecakup seluruh wilayah Indonesia.
Sementara untuk pengembangan Komando Siber, smart weapon komunikasi, dan sistem navigasi, lanjut Fadjar, juga akan bergantung pada satelit. Fadjar mengatakan, penggunaan satelit akan lebih efisien untuk membangun jaringan siber Angkatan Udara yang membutuhkan pengembangan lebih lanjut.
Sedangkan untuk mengembangkan pengintaian dan kemampuan komunikasi, Fadjar menilai ini sangat penting lantaran satelit menghasilkan data secara akurat untuk mendukung informasi.
Menurutnya, hal tersebut akan sangat membantu pengembangan C5ISR TNI AU dan proses mengirimkan pesan darurat dengan instansi lain dalam mengantisipasi kemanan nasional.
Baca: Kembangkan Kapal Serang Ringan, PAL Gandeng Lundin dan Kongsberg Norwegia
"Tidak kalah penting adalah kerja sama luar angkasa, karena tidak ada batasan dalam domain angkasa, sehingga penting untuk berkolaborasi dan bekerjasama dengan badan antariksa lain untuk mengembangkan konsep dan strategi," ungkapnya.
Ia berharap apa-apa yang disampaikannya dapat mendorong upaya bersama salam memgambangkan kemampuan antariksa nasional masing-masing negara yang hadir dalam perhelatan yang melibatkan 59 negera tersebut. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































