KSAU Resmikan Pembentukan Skadron Udara 18: Dukung Penerbangan VIP dan VVIP

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) memiliki satuan baru, Skadron Udara 18, sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat organisasi serta meningkatkan kesiapan operasional, khususnya untuk penerbangan VIP dan VVIP.
Peresmian Skadron Udara 18 dilakukan melalui upacara militer yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (18/6).
Baca Juga: TNI AD Kerahkan Pasukan 3 Batalion, Tangkal Karhutla di Sumsel
Keberadaan Skadron Udara 18, lanjut Tonny, turut mendukung pelaksanaan tugas-tugas kenegaraan melalui penyediaan layanan penerbangan VVIP yang aman, andal, dan profesional.

Selain itu, pembentukan skadron baru ini juga perlu dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme personel serta kualitas dukungan udara TNI AU bagi kepentingan negara.
Baca Juga: TNI AD Gembleng Kader Koperasi Merah Putih, Total 475 Siswa
“Dukungan penerbangan VIP dan VVIP merupakan amanat kehormatan yang menuntut profesionalisme, keamanan, serta tanggung jawab yang tinggi. Setiap misi membawa kepercayaan negara sekaligus mencerminkan kualitas pengabdian TNI Angkatan Udara dalam mendukung tugas-tugas kenegaraan,” ungkap KSAU dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Kamis (18/6).
Pada kesempatan yang sama, Marsekal Tonny turut mengukuhkan Letkol Pnb Rachmad Syaputra sebagai komandan Skadron Udara 18. Adapun alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang akan menjadi bagian dari skadron baru ini adalah pesawat Falcon 8X.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































