HANKAM

KSAU: Latihan Sikatan Daya Wujud Komitmen TNI AU Menjaga Kedaulatan Indonesia

Pesawat C-130 Hercules.
Pesawat C-130 Hercules yang dikerahkan dalam Latihan Sikatan Daya 2025. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengatakan, Latihan Matra Udara II Komando Operasi Udara II (Koopsud II) Sikatan Daya, Cakra B, dan Trisula Perkasa Kopasgat TA. 2025 menjadi wujud komitmen TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara nasional, khususnya di kawasan strategis seperti Kalimantan dan sekitarnya.

Hal itu disampaikan KSAU usai melihat langsung pelaksanaan latihan tersebut di Air Weapon Range (AWR) Dwi Harmono Lanud Sjamsuddin Noor, Maluka Baulin, Kalimantan Selatan, Senin (23/6).

Baca Juga: Ratas Jajaran Polkam di Hambalang, Panglima TNI Sebut Fokus Hadapi Dinamika Kondisi Global

“Latihan ini tidak hanya menguji kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan satuan, tetapi menjadi ajang pembuktian bahwa TNI Angkatan Udara (TNI AU) mampu merespons setiap tantangan pertahanan secara tepat, terukur, dan terintegrasi,” ungkap Tonny dikutip dari keterangan TNI AU dalam laman tni-au.mil.id, Selasa (24/6).

Menyaksikan Latihan Sikatan Daya 2025.
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono (kedua dari kiri) saat menyaksikan Latihan Sikatan Daya 2025. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Sejumlah alutsista TNI AU dikerahkan dalam latihan ini, di antaranya pesawat tempur Su-27/30, F-16 AM/BM, Super Tucano EMB-314; pesawat angkut C-130 Hercules, Boeing 737 MPA, C-212; serta helikopter H-225M.

Baca Juga: Perwira TNI AL Lulus Cum Laude S2 di Akademi Militer Rusia

Keseluruhan alutsista itu mempraktikkan skenario latihan, di mana kedaulatan Indonesia diancam oleh invasi asing. Merepons ancaman tersebut, TNI AU mengerahkan kekuatan udaranya dalam berbagai misi tempur terintegrasi, mulai dari operasi pengintaian, penyerangan strategis, pertempuran udara, Close Air Support, hingga mobilitas udara.

Sementara itu, pasukan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dikerahkan di sisi darat untuk mendukung simulasi penerjunan dan operasi pembebasan tawanan secara realistis sebagai bagian dari rangkaian pertempuran. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.