KSAU Ikut Mengudara dengan F-16 dalam Patroli TNI AU

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus memperkuat pengawasan dan pengamanan ruang udara Indonesia, salah satunya dengan melakukan patroli udara di wilayah utara Tanah Air, yakni Manado.
"Wilayah udara Indonesia bagian utara memiliki posisi strategis yang menuntut kesiapsiagaan tinggi dalam menjaga keamanan dan kedaulatan nasional," jelas Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dikutip dari siaran pers Dispenau, Senin (11/5).
Baca Juga: Persit TNI AD Angkat Eksotisme Papua ke Panggung Fashion Nasional
Berbeda dari patroli udara pada umumnya, misi kali ini turut diikuti langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Orang nomor satu di TNI Angkatan Udara itu mengudara dengan F-16 sebagai backseater, yang diawaki oleh Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Ferry Rachman.

Marsekal Tonny bukan sosok asing di dunia penerbangan TNI AU. Sebelum menjabat sebagai KSAU, ia memiliki rekam jejak sebagai penerbang tempur yang mengawaki sejumlah pesawat tempur andalan TNI AU, mulai dari F-16 Fighting Falcon, Hawk, hingga Sukhoi.
Baca Juga: Kunjungi Miangas, Presiden Prabowo Cek Fasilitas Prajurit di Batas Negara
Secara umum, TNI Angkatan Udara mengerahkan lima pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 dan Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, Madiun dalam patroli yang berlangsung pada Kamis (7/5).
F-16 Fighting Falcon merupakan salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) andalan TNI AU. Elang besi asal Amerika Serikat (AS) tersebut pertama kali mendarat di Indonesia pada 1989 dan terus dimodernisasi, termasuk melalui program Falcon STAR-Enhanced Mid Life Update (eMLU). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































