KSAU Hadiri Upacara Pelepasan Kontingen Patriot Indonesia

Jakarta, IDM – Mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Tonny Harjono hadiri upacara pelepasan Kontingen Patriot Indonesia yang akan berangkat ke acara India’s Republic Day 2025.
Pelepasan Kontingen TNI AD yang dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin tersebut berlangsung di lapangan upacara Kementerian Pertahanan Distrik Bandara, Soetta, Tangerang.
Baca Juga: Perkuat Kerja Sama, Sejumlah Personel TNI Kunjungi KBRI Canberra
Kepada seluruh Kontingen yang berangkat, Sjafrie berpesan kepada para Kontingen agar menampilkan sikap prajurit TNI yang prima.
"Kita adalah negara besar yang bermartabat dan berwibawa. Gerakanmu harus seragam, serentak, serta penuh semangat dalam melaksanakan kegiatan, baik itu PBB maupun upacara militer," jelas Menhan.
Baca Juga: Puspenerbal Soroti Pengadaan Pesawat Intai Maritim dan Helikopter Multi-peran
Kontingen TNI AD ini diikuti oleh 353 prajurit yang terdiri dari 189 orang pasukan Drum Band berasal dari Pasukan Genderang Suling Canka Lokananta (GSCL) Taruna Akmil, 152 orang pasukan defile berasal dari prajurit gabungan TNI AD dan 12 orang staf pendukung. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































