HANKAM

KSAU Bahas Peluang Kerja Sama dan Kolaborasi Strategis dengan Commander UAE-AFAD

M. Tonny Harjono dan Rashed Mohammed Al-Shamsi
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono melakukan courtesy call dengan Commander of the UAE-AFAD Major General Rashed Mohammed Al-Shamsi, di Dubai. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Uni Emirat Arab (UAE Air Force and Air Defence/UAE-AFAD) semakin menegaskan hubungan pertahanan yang kuat melalui pertemuan kedua pimpinan angkatan udara yang berlangsung di Dubai, Kamis (20/11).

Kerja sama yang semakin erat tersebut diharapkan dapat mendukung upaya Indonesia dalam membangun pertahanan udara yang lebih tangguh serta adaptif terhadap tantangan di masa mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono dan Commander of the UAE-AFAD Major General General Rashed Mohammed Al-Shamsi membahas peluang kerja sama dan kolaborasi strategis kedua angkatan udara.

Baca Juga: Ukir Prestasi Global, Perwira TNI AU jadi Siswa Internasional Terbaik di FIC Australia

Adapun sejumlah bentuk kerja sama yang dibahas meliputi Subject Matter Expert Exchange (SMEE), Airmen Staff Talks, serta pemanfaatan kesamaan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) yang dimiliki oleh kedua angkatan udara.

M. Tonny Harjono dan Rashed Mohammed Al-Shamsi
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono dan Commander of the UAE-AFAD Major General Rashed Mohammed Al-Shamsi membahas peluang kerja sama dan kolaborasi strategis di antara TNI AU dan UAE-AFAD. (Foto: Dok. Dispenau)

Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam keterangan persnya yang dikutip Sabtu (22/11) menjelaskan, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi fokus pembahasan, termasuk kemungkinan pengiriman perwira TNI AU untuk mengikuti program pendidikan di Uni Emirat Arab.

“Selain itu, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai sistem pertahanan udara AFAD sebagai referensi bagi penguatan kapabilitas pertahanan udara (hanud) TNI AU,” tulis Dispenau.

Baca Juga: Latihan Terintegrasi 2025: TNI Amankan Aset Vital di Bangka dan Morowali

Pada kesempatan yang sama, Marsekal TNI Tonny menyampaikan apresiasi atas dukungan UEA dan kelancaran kerja sama yang telah terjalin selama ini, khususnya saat Uni Emirat Arab memfasilitasi transit pesawat A400M pertama Indonesia.

Ke depan, KSAU berharap, dukungan serupa juga diberikan untuk rencana transit pesawat Rafale, yang akan memperkuat kemampuan tempur TNI AU dan dijadwalkan mendarat di tanah air pada awal tahun 2026.

Apresiasi senada disampaikan oleh Commander UAE-AFAD atas kerja sama yang telah terjalin dengan begitu baik di antara kedua angkatan udara. Ia berharap hubungan baik tersebut dapat terus berlanjut di masa depan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.