KSAL: Validasi Organisasi TNI AL Penting untuk Hadapi Dinamika Global

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, menegaskan validasi organisasi di lingkungan TNI AL, khususnya Korps Marinir, menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.
Menurutnya, perubahan global dan regional yang cepat, ditambah dinamika kondisi nasional, menuntut TNI AL memiliki struktur organisasi yang adaptif, responsif, dan efisien.
“Validasi organisasi bertujuan memastikan setiap satuan, jabatan, dan fungsi struktur TNI AL, termasuk Korps Marinir, dapat berjalan optimal dan saling mendukung. Dengan begitu, kemampuan operasional dan pembinaan satuan di semua lini akan semakin kuat,” tegas Ali di Kesatrian Hartono Marinir, Cilandak, Jakarta, Kamis (14/8).
Baca Juga: KSAU Tekankan Kepemimpinan Adaptif di Hadapan Pasis Sekkau A-116
Ia menjelaskan, reorganisasi ini tidak hanya soal penyesuaian nomenklatur atau jabatan, tetapi juga mengarah pada peningkatan kemampuan tempur, mobilitas, dan kesiapan prajurit di lapangan.
Struktur yang tepat bakal memudahkan komando dalam mengelola sumber daya, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan daya gentar TNI AL di hadapan setiap potensi ancaman.
Ali juga menyoroti peran Korps Marinir yang dinilainya sebagai salah satu kebanggaan bangsa.
“Prajurit Marinir bukan hanya disegani di dalam negeri, tetapi juga diakui prestasinya di tingkat internasional. Mereka telah membuktikan diri di berbagai medan operasi dan selalu mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat nasional maupun komunitas global,” ujarnya.
Baca Juga: 34 Bintara Remaja Lulusan KodikalatalResmi Perkuat Koarmada III
Sejalan dengan itu, Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi menyampaikan langkah validasi organisasi ini mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengaku, dalam beberapa kesempatan pertemuan dengan Prabowo, termasuk di Istana Bogor bersama jajaran pejabat TNI, sang presiden menegaskan komitmennya untuk memperkuat Korps Marinir.
“Ini adalah wujud nyata perhatian dan dukungan negara terhadap Marinir, yang juga tidak lepas dari dorongan KSAL,” kata Endi. Perubahan ini, lanjutnya, diharapkan membuat Korps Marinir semakin solid, profesional, dan memiliki posisi strategis lebih kuat, baik di kancah nasional maupun internasional.
Selain perubahan jabatan di tubuh Korps Marinir, Prabowo juga meresmikan pembentukan 14 Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) dalam upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) TNI AD, Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/8).
Baca Juga: Pemerintah Lepas Satgas Kesehatan TNI Gelombang IV untuk Rawat Warga Gaza
Pembentukan Kodaeral ini menggantikan nomenklatur 14 Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) di sejumlah wilayah strategis. Berikut daftar Kodaeral beserta lokasi penempatan dan komandannya:
- Kodaeral I Belawan: Laksamana Muda Deny Septian
- Kodaeral II Padang: Laksamana Pertama Sarimpunan Tanjung
- Kodaeral III Jakarta: Laksamana Pertama Uki Prasetia
- Kodaeral IV Batam: Laksamana Pertama Berkat Widjanarko
- Kodaeral V Surabaya Laksamana Muda Ali Triswanto
- Kodaeral VI Makassar: Laksamana Muda Andi Abdul Aziz
- Kodaeral VII Kupang: Laksamana Pertama Joni Sudianto
- Kodaeral VIII Manado: Laksamana Pertama Dery Triesnanto Suhendi
- Kodaeral IX Ambon: Laksamana Muda Hanarko Djodi Pamungkas
- Kodaeral X Jayapura: Brigjen (Mar) Werijon
- Kodaeral XI Merauke: Laksamana Pertama Monang Hatorangan
- Kodaeral XII Pontianak: Laksamana Muda Sawa 13. Kodaeral XIII Tarakan: Laksamana Pertama Phundi Rusbandi
- Kodaeral XIV Sorong: Laksamana Pertama Djatmoko. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































