KSAL Ungkap Rencana Penggunaan Drone Bawah Air Buat TNI AL

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan rencana penggunaan drone bawah air atau wahana nirawak (unmanned underwater vehicle) buat memperkuat TNI AL. Alutsista nirawak ini disiapkan untuk menjalankan fungsi pemetaan maritim, pengawasan laut dalam, hingga misi pengintaian di wilayah berisiko tinggi.
Ali menjelaskan, adopsi teknologi nirawak menjadi kebutuhan penting dalam modernisasi kekuatan laut. Pengoperasian drone bawah air sanggup menembus palung dan celah laut dalam yang sulit atau berbahaya jika dijangkau kapal selam berawak.
Baca Juga: KSAL Beberkan Kemudahan Perawatan Kapal Selam Scorpene
"Pengembangan teknologi bawah air saat ini makin maju. TNI AL terus mengkaji skema penggunaan drone bawah air untuk mendukung pengawasan dan pengintaian wilayah laut kita," ujar Ali saat menjadi pembicara kunci di seminar nasional Hiu Kencana 2026, Jakarta, Rabu (9/9).
Rencana pengerahan drone bawah air ini merespons dinamika keamanan di wilayah perairan kawasan. Sejumlah celah strategis seperti Laut Natuna Utara, Selat Makassar, hingga titik sempit (chokepoint) ALKI membutuhkan pemantauan nonstop yang presisi.
Penggunaan drone bawah air bakal memperkuat pengumpulan data bawah laut di perairan vital tersebut. Perangkat nirawak ini bertugas merekam data oseanografi, memetakan kontur dasar laut, serta memantau lalu lintas kapal asing secara akurat tanpa memicu risiko keselamatan prajurit.
Selain meningkatkan keakuratan data intelijen maritim, pengoperasian wahana nirawak sekaligus menekan biaya operasional patroli laut dalam. Penggunaan drone jauh lebih hemat ketimbang harus menggerakkan kapal tempur atau kapal selam berawak untuk misi pemetaan rutin.
Baca Juga: TNI AU-RSAF Tingkatkan Kemampuan Operasi SAR dalam Latma Manyar Indopura 2026
Untuk menyokong rencana tersebut, TNI AL mulai menjajaki kerja sama dengan industri pertahanan nasional. Kemitraan ini membidik penguasaan teknologi dasar serta produksi mandiri wahana bawah air di dalam negeri.
"Kita ingin memastikan seluruh perairan Indonesia, terutama area laut dalam, dapat terpantau secara optimal," tutur Ali.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































