HANKAM

KSAL Ungkap Rencana Lantamal Jakarta dan Surabaya Diubah Jadi Kodamar

Laksamana TNI Muhammad Ali
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, mengungkapkan TNI AL mengajukan dua Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) di Pulau Jawa untuk ditingkatkan menjadi Komando Daerah Maritim (Kodamar).

"Mungkin Jakarta (Lantamal III), Surabaya (Lantamal V) itu yang utama, kita bertahap melakukannya. Ini juga masih dalam uji naskah kedua, sudah sampai Mabes TNI, nanti ke Kemhan, terus ke Kemenpan RB," kata Ali kepada awak media di sela kegiatan rapat pimpinan (rapim) TNI AL di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Senin (13/2).

Hal tersebut dilakukan sesuai rencana perubahan beberapa Komando Utama (Kotama) Lantamal menjadi Kodamar. Nantinya, Kodamar naik level dari organisasi sebelumnya, yaitu Lantamal TNI AL dipimpin perwira tinggi (Pati) bintang dua, dari sebelumnya dipimpin bintang satu.

"Untuk Kodamar, bertahap kita lakukan. Mungkin tidak semua (14 Lantamal di Indonesia) menjadi Kodamar, kita akan lihat Lantamal yang rawan, punya fasilitas dan kemampuan sarana dan prasarana yang cukup baik. Itu yang kita bisa jadikan terlebih dahulu," ujar Ali.

Ali menjelaskan, tugas pokok Lantamal selama ini adalah membina kekuatan dan kemampuan untuk menyelenggarakan dukungan logistik dan administrasi bagi unsur-unsur TNI AL serta menyelenggarakan patroli keamanan laut

Dengan ditingkatkannya Lantamal menjadi Kodamar, fungsi Kodamar akan dikembangkan menjadi fungsi teritorial dan pertahanan pantai. Maka, operasional alutsista di bawah komando Kodamar nantinya tidak hanya KRI.

Baca: Misi Kemanusiaan Berlanjut, Pesawat TNI AU Lakukan Dropping Bantuan ke Wilayah Ankara

"Melainkan alutsista pertahanan pantai yang biasanya digunakan oleh Korps Marinir TNI AL," jelasnya. Selain itu, peningkatan ke Kodamar juga akan memiliki kemampuan mempertahankan pangkalan atau pertahanan pantai, apabila ada ancaman yang berusaha untuk menguasai pantai.

"Jadi, Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) jelas harus sudah ada di situ (di bawah komando Kodamar)," tuturnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.