HANKAM

KSAL Ungkap Penawaran Fregat Mogami dan Kapal Selam Jepang Masih Dibahas Intensif

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/5), mengungkapkan penawaran fregat Mogami dan kapal selam Jepang masih dalam pembahasan oleh pihak Kemhan RI. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kekuatan tempur TNI AL berpotensi kian gahar lewat tawaran alutsista mutakhir dari Negeri Matahari Terbit. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengonfirmasi adanya penawaran resmi dari Jepang untuk pengadaan fregat Mogami hingga kapal selam.

Ali menegaskan, rencana akuisisi ini sepenuhnya berada dalam ranah pembahasan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Sebagai calon pengguna, TNI AL saat ini memantau perkembangan diskusi tingkat tinggi tersebut sambil menyiapkan kebutuhan teknis yang diperlukan.

"Fregat Mogami dan kapal selam dari Jepang ini memang ada penawaran dari pihak Kemhan Jepang, tapi ini masih terus dibicarakan dengan pihak kementerian pertahanan kita. Kita mengikuti apa yang diarahkan oleh kementerian pertahanan," ujar Ali di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/5).

Baca Juga: Akhiri Penantian 3 Tahun, KSAL Pastikan KRI Canopus Terjun di Ekspedisi Jala Citra

Menanti Realisasi Kerja Sama Pertahanan

Langkah Tokyo ini menyusul penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan atau Defense Cooperation Agreement (DCA) oleh Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi pada Senin (4/5). Mengutip laporan laporan Jiji Press via nippon.com, kesepakatan ini menjadi payung hukum komprehensif yang mencakup pertukaran personel, pendidikan, hingga pembentukan mekanisme dialog pertahanan terintegrasi.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen Rico Ricardo Sirait, menyatakan meskipun DCA telah diteken, kedua negara belum mencapai kesepakatan spesifik mengenai pengadaan unit tertentu. Saat ini, pembahasan masih bergulir di tingkat kelompok kerja (working group) untuk mengkaji kebutuhan nasional dan stabilitas kawasan.

Pelonggaran Ekspor Senjata Jepang

Ketertarikan Indonesia terhadap alutsista Jepang, khususnya kapal selam, sejatinya telah muncul sejak 2021. Momentum ini menguat setelah Jepang merevisi tiga prinsip transfer peralatan pertahanan mereka. Kebijakan baru tersebut kini mengizinkan Jepang mengekspor senjata mematikan (lethal weapons) ke negara mitra yang telah memiliki perjanjian kerja sama pertahanan resmi.

Baca Juga: TNI AL Siapkan Pangkalan Khusus buat Kapal Induk Garibaldi, di Mana Lokasinya?

Dalam pertemuan di Jakarta, Sjafrie menyambut baik revisi kebijakan tersebut, mengingat Indonesia berminat mendatangkan kapal selam dari Angkatan Laut Jepang (Japan Maritime Self-Defense Force). Pihak Jepang pun menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti minat tersebut melalui kajian teknis yang mendalam.

Jika pembicaraan antarpemerintah (government to government) ini rampung, fregat Mogami dengan teknologi siluman (stealth) serta kapal selam Jepang diprediksi akan menjadi instrumen vital dalam menjaga kedaulatan maritim di wilayah kepulauan Indonesia. Kehadiran alutsista ini sekaligus mempertegas posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.