HANKAM

KSAL Ungkap 4 Pilar Utama Penguatan Kapal Induk KRI Sriwijaya, Apa Saja?

KRI Sriwijaya-100
KRI Sriwijaya-100 saat resmi berganti bendera RI di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9). (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali membeberkan empat pilar utama untuk memperkuat operasional KRI Sriwijaya-100. Empat poin ini jadi acuan utama TNI AL dalam menyusun doktrin penggunaan tempur kapal induk bekas Angkatan Laut Italia tersebut.

Ali menyampaikan hal itu saat membuka diskusi di atas geladak KRI Sriwijaya-100, Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (29/9). Empat aspek vital tersebut meliputi modernisasi teknis kapal, peningkatan kemampuan personel, pengembangan struktur organisasi, serta penyempurnaan doktrin operasi sebagai pedoman tempur di lapangan.

Menurut Ali, penguatan alutsista tidak cukup hanya pada fisik kapal. Penyiapan panduan operasional juga wajib berjalan berdampingan sebagai wujud transformasi militer (Revolution in Military Affairs).

Baca Juga: Rombak KRI Sriwijaya, PT PAL Boyong Pembuat Asli Kapal Induk Italia

"Dalam mendesain penggunaan tempur KRI Sriwijaya-100 terdapat empat pilar yang harus dikuatkan, yaitu modernisasi kapalnya, peningkatan kemampuan personelnya," kata Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (30/9).

"Pengembangan organisasinya dan penyempurnaan doktrin operasinya, yang salah satunya adalah petunjuk referensi penggunaan tempurnya," lanjutnya.

Forum diskusi di atas kapal perang ini menghimpun masukan dari sederet purnawirawan pimpinan TNI AL. Beberapa di antaranya yakni Laksamana TNI (Purn) Marsetio, Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi, Laksamana TNI (Hor) (Purn) A Taufiqurrohman, Laksamana Madya TNI (Purn) Amarullah Octavian, hingga Laksamana Muda TNI (Purn) Surya Wiranto.

Selain jajaran purnawirawan dan 100 perwira terbaik TNI AL, diskusi ini turut melibatkan perwakilan Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI AD, dan TNI AU. Keterlibatan lintas matra ini bertujuan menyelaraskan skenario Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) agar kerja sama antarunsur saat operasi gabungan berjalan padu.

Merespons arahan pimpinan, Asisten Operasi (Asops) KSAL Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan memerintahkan tim kelompok kerja (pokja) bergerak mengolah seluruh masukan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi Korps Zeni TNI AD: Dedikasi Tanpa Batas

"Apa yang telah disampaikan oleh KSAL dan seluruh narasumber, termasuk saran masukan peserta, agar dijadikan referensi bagi Tim Pokja dalam penyusunan penggunaan tempur KRI Sriwijaya-100," ujar Yayan.

Penyusunan doktrin ini melengkapi skema pembaruan teknis kapal yang sudah berjalan. Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto sebelumnya meresmikan kapal eks-ITS Giuseppe Garibaldi ini pada Kamis (24/9).

Kementerian Pertahanan juga telah menyiapkan alokasi anggaran penuh untuk biaya operasional, perawatan rutin tahunan hingga lima tahunan, serta peremajaan teknis (retrofit). Dalam proyek retrofit ini, PT PAL Indonesia berkolaborasi dengan Fincantieri Italia untuk mengganti perangkat komunikasi standar NATO menjadi sistem nasional. Pihak TNI AL memastikan kapal dalam kondisi baik dan siap ditugaskan kapan saja sembari menunggu jadwal pengerjaan retrofit.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.