KSAL Terima Pelaporan Kenkat Tiga Pati TNI AL

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., didampingi Kepala Dinas Perawatan Personel Angkatan Laut (Kadiswatpersal) Laksma TNI Taufik Arief, S.T., M.M., menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat (Kenkat) satu tingkat lebih tinggi tiga Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Laut, bertempat di Wisma Elang Laut (WEL), Jakarta Pusat, Selasa (15/12).
Ketiga Pati yang menerima kenaikan pangkat yaitu Panglima Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI Irvansyah, S.H., CHRMP., M.Tr.Opsla., Komandan Gugus Keamanan Laut Komando Armada (Danguskamla Koarmada) III Laksma TNI Wasis Priyono, S.T., M.Tr.(Han)., Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq, S.A.P.
Sebelumnya, tiga Pati TNI AL tersebut telah mengikuti acara Laporan Kenkat bersama 1 Pati TNI AD dan 1 Pati TNI AU lainnya yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., di Subden Mabes TNI, Jakarta Pusat.
Laporan Korps Kenaikan Pangkat tiga Pati tersebut berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/2932/XII/2020 tanggal 11 Desember 2020. (wan/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































