KSAL soal Prajurit Aniaya Warga Sikka: Proses Hukum Tetap Lanjut

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, menegaskan proses hukum tetap berlanjut terhadap tiga prajurit TNI AL yang diduga menganiaya seorang pemuda warga Dusun Watuwoga, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Secara kekeluargaan sudah minta maaf, tapi secara hukum tetap dilanjutkan prosesnya terhadap prajurit yang melakukan penganiayaan. Itu komitmen TNI AL,” tegas Ali di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Rabu (31/5).
Di sela-sela sambutan acara reward prajurit TNI AL berprestasi, Ali menekankan punishment bagi prajurit yang melanggar ketentuan aturan hukum berlaku. Ia menyoroti kejadian beberapa minggu terakhir terkait kasus yang mencoreng nama baik matra laut.
Baca Juga: Manokwari Selatan Jadi Lokasi Latihan Gabungan TNI 2023 Kogabwilhan III
“Sangat disayangkan dalam beberapa minggu ini ada prajurit kita yang melakukan tindakan kurang baik, termasuk golongan kegiatan ilegal,” ujar Ali.
Hal tersebut, kata Ali, juga harus menjadi peringatan keras kepada para komandan, panglima, dan kepala satuan kerja (kasatker) agar menindak tegas para prajurit yang melanggar hukum.
“ Punishment untuk efek jera ditentukan oleh pimpinan di satuan masing-masing, dilaksanakan di Komando Utama (Kotama) dan wilayah-wilayah kerja dari seluruh jajaran TNI AL di Indonesia,” kata Ali.
Baca Juga: 22 Negara Pastikan Kehadirannya di Latihan Nonperang MNEK 2023
Sebelumnya, dugaan penganiayaan itu diketahui ketika korban bernama Andreas Wiliam Sanda (21) bersama keluarganya datang mengadukan dan membuat laporan ke Polres Sikka, Minggu (28/5). Andreas menunjukkan lebam dan sejumlah cedera yang dialaminya.
Awal mula peristiwa, ketika Andreas dipanggil orang tua kekasihnya yang disebutkan putrinya telat datang bulan. Saat tiba di rumah kekasihnya, orang tua tersebut memanggil tiga prajurit TNI AL yang dikatakan bakal bantu menyelesaikan permasalahan itu.
Bukan diselesaikan dengan kepala dingin, tapi justru kata Andreas, dirinya dipukul di bagian wajah oleh tiga prajurit TNI AL dengan pistol. Lalu, punggung Andreas juga dipukul pakai selang. “Alat kelamin saya juga diminta ditaruh balsam satu botol,” jelasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































