HANKAM

KSAL Sebut Pembangunan Wilayah jadi Kunci Kekuatan Pertahanan Laut Indonesia

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali menghadiri kuliah umum Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY di Seskoal, Jakarta, Selasa (21/10). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan pembangunan wilayah yang terintegrasi menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem pertahanan laut Indonesia.

Hal itu disampaikan Ali saat memberikan sambutan dalam kuliah umum Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada perwira siswa pendidikan reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) angkatan ke-64, Jakarta, Selasa (21/10).

Menurut Ali, pembangunan kewilayahan yang terintegrasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan konektivitas, tetapi juga memiliki kontribusi langsung terhadap stabilitas nasional dan kesiapan pertahanan di laut.

Baca Juga: Kolaborasi Marinir dan KDM, Didik Pelajar Jabar lewat Gapura Waluya 2025

“Pembangunan kewilayahan yang terintegrasi akan memperkuat stabilitas nasional dan menjadi basis kekuatan pertahanan, khususnya di bidang maritim,” ujar Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (22/10).

Ia menjelaskan, hubungan antara sektor pembangunan dan pertahanan tidak bisa dipisahkan. Infrastruktur maritim yang kuat, seperti pelabuhan, jalur logistik, serta pusat industri pertahanan di kawasan pesisir, merupakan elemen vital dalam mendukung gelar kekuatan TNI AL.

“Oleh karena itu, sinergi antara sektor pembangunan kewilayahan dan kekuatan pertahanan negara di laut harus senantiasa diperkuat melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga,” tegasnya.

Baca Juga: 5 Mayjen di Unhan Dirotasi Panglima TNI dalam Mutasi Terbaru, Salah Satunya Mantan Kapuspen TNI

“Termasuk di antaranya antara Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dengan TNI AL, guna melahirkan kebijakan yang terkoordinasi dan berorientasi strategis untuk memperkuat konektivitas maritim, ketahanan wilayah, serta daya tangkal nasional,” lanjut Ali.

Sementara itu, AHY dalam kuliah umumnya mengangkat tema “Sinergitas Pembangunan Kewilayahan dengan Strategi Pertahanan Laut Indonesia”.

Dalam paparannya, AHY menekankan pembangunan wilayah harus sejalan dengan kepentingan pertahanan negara, terutama di kawasan pesisir dan pulau-pulau terluar. Menurutnya, pendekatan pembangunan yang terintegrasi akan memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.