HANKAM

KSAL: Saya Terus Berjuang Realisasikan Dankormar Bintang 3, Sudah Sangat Pantas

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali bersama Dankodiklatal Letjen (Mar) Nur Alamsyah dan Dankormar Mayjen (Mar) Endi Supardi. (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM - TNI AL terus mengupayakan usulan jabatan Komandan Korps Marinir (Dankormar) dapat segera terealisasi dengan pangkat bintang tiga alias Letnan Jenderal (Letjen).

"Harapannya bisa (usulan Dankormar bintang tiga disetujui). Ini sudah maju ke tingkat atas (Presiden RI), saya terus berjuang untuk merealisasikan," ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali di Jakarta, Rabu (15/11).

Ali mengatakan jabatan Dankormar sangat layak dipimpin jenderal bintang tiga, karena Marinir telah berkembang semakin besar, terlebih saat ini Korps "Hantu Laut" itu sudah memiliki tiga Pasmar di Indonesia bagian barat (Pasmar 1), tengah (Pasmar 2), dan timur (Pasmar 3).

Baca Juga: KSAL Lirik 3 Negara Ini untuk Belanja Ranpur Pengganti BTR 50 Marinir

Terlebih, lanjut Ali, jumlah alat utama sistem persenjataan yang dimiliki Korps Marinir saat ini terhitung besar, bahkan kemampuan untuk proyeksi kekuatan dari laut ke daratnya pun bertambah.

"Korps Marinir berkembang dari zaman ke zaman, sekarang sudah memiliki tiga Pasmar, alutsistanya pun besar sekali, banyak jumlahnya," kata Ali.

"Saya rasa sudah pantas dijabat oleh seorang komandan bintang tiga," sambungnya.

Baca Juga: Jenderal Ahli Tempur Mayjen Marinir Endi Resmi Jabat Dankormar ke-26

Disinggung soal usulan bintang tiga tersebut dapat terealisasi pada Dankormar ke-26 ini, Ali mengaku hal tersebut mungkin saja segera terwujud. Namun, ia tak menyebut hal itu terjadi dalam waktu dekat ini.

"Kelihatannya sudah mulai dipelajari (oleh Presiden RI) beban kerjannya (seorang Dankormar). Harapannya bisa dijabat oleh perwira tinggi bintang tiga. Mohon doannya," ujarnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.