HANKAM

KSAL: Pentingnya Peningkatan Kerja Sama untuk Kejahatan Terorganisasi Transnasional di Perbatasan RI-Malaysia

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali menghadiri sidang ke-43 General Border Committee Malaysia-Indonesia (GBC Malindo) yang dipimpin Menhan Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, menekankan TNI AL berkomitmen kuat terhadap peningkatan kerja sama dengan Malaysia dalam menghadapi tantangan dan dinamika di wilayah perbatasan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ali pada sidang ke-43 General Border Committee Malaysia-Indonesia (GBC Malindo) yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (12/10).

Oleh karena itu, Ali menegaskan peningkatan kerja sama bidang pertahanan laut dengan negara sahabat, salah satunya Malaysia, menjadi prioritas TNI AL.

Baca Juga: Ini Pentingnya Kalibrasi dan Identifikasi Senjata Tank Amfibi Bagi Prajurit Marinir

"Ini dibutuhkan untuk menghadapi transnational organized crime yang terjadi di daerah peratasan kedua negara," ujarnya dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (13/10).

Malindo
(Foto: Dok. Dispenal)

Salah satu implementasi kerja sama ini, yaitu Patroli Terkoordinasi Malaysia-Indonesia (Patkor Malindo) yang dapat menciptakan hubungan antarnegara bertetangga semakin harmonis.

Tak hanya itu, Patkor Malindo juga mampu mendemonstrasikan interoperabilitas yang professional dalam menjaga dan menjamin stabilitas keamanan perairan perbatasan, terutama di Selat Malaka.

Baca Juga: Danrem 162/WB : Kami Siap Sukseskan Event MotoGP 2023

Di kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan mekanisme coordinated patrol atau patroli terkoordinasi antara kedua negara bertujuan memerangi berbagai kejahatan lintas batas.

"Keberhasilan mobilisasi patroli bersama antara instansi kedua negara, bertujuan memerangi ancaman keamanan dan stabilitas di wilayah perbatasan," tegas Prabowo. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.