HANKAM

KSAL: Penguasaan Teknologi Bawah Air dan Kapal Selam Kunci Hadapi Dinamika Keamanan Maritim

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali saat menjadi narasumber utama dalam seminar nasional “Teknologi Bawah Air Masa Depan dalam Pertahanan Maritim Indonesia” yang digelar di ITS Surabaya, Jumat (12/9). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyampaikan gagasan tentang arah pengembangan teknologi bawah air bagi kepentingan pertahanan negara dalam seminar nasional di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jumat (12/9).

Dalam paparannya berjudul “Konsep Strategi Operasi Kapal Selam TNI AL di Masa Depan”, Ali menegaskan, matra laut perlu menguasai teknologi bawah air sekaligus meningkatkan kemampuan armada kapal selam.

Baca Juga: Marinir di Papua Intensifkan Patroli Hutan Mangrove, Jaga Patok Batas dan Ekosistem Pesisir

“Pentingnya penguasaan teknologi bawah air dan peningkatan kemampuan armada kapal selam untuk menghadapi dinamika keamanan maritim kawasan maupun global,” tegas Ali, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Sabtu (13/9).

Seminar nasional bertajuk “Teknologi Bawah Air Masa Depan dalam Pertahanan Maritim Indonesia” tersebut menghadirkan pakar, akademisi, dan praktisi pertahanan maritim. Pangkoarmada II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya, turut hadir bersama jajaran perwira tinggi TNI AL sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan teknologi pertahanan maritim.

Baca Juga: Airdrop Gaza Rampung, Satgas Garuda Merah Putih II Ungkap Tantangan Operasi di Area Perang

Ali menilai kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, industri pertahanan, dan TNI AL sangat penting dalam mengembangkan teknologi bawah laut.

“Langkah ini menjadi bagian upaya mewujudkan kekuatan laut Indonesia yang modern, berdaya gentar kawasan, dan berproyeksi global sesuai dengan visi pembangunan pertahanan maritim nasional,” pungkas Ali. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.