HANKAM

KSAL-Menteri Ara Sepakat, Rusun Prajurit TNI AL di Surabaya Dibangun Tahun Ini

Muhammad Ali dan Maruarar Sirait
KSAL Laksamana Muhammad Ali melakukan audiensi dengan Menteri PKP Maruarar Sirait di Jakarta, Jumat (20/2). Pertemuan ini membahas rencana penyediaan rumah susun untuk prajurit TNI AL. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL membawa kabar gembira bagi para prajurit. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memastikan pembangunan rumah susun (rusun) di Surabaya mulai berjalan tahun ini.

Kesepakatan ini muncul setelah Ali menemui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Kedua tokoh tersebut membahas rencana strategis ini di kantor Kementerian PKP, Jakarta, Jumat (20/2).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengonfirmasi kabar baik tersebut. Ia menjelaskan alasan TNI AL memilih Surabaya sebagai lokasi prioritas pembangunan.

Baca Juga: TNI AD Berjibaku Bersihkan SDN 152983 di Tapanuli Tengah

"Kami merencanakan lokasi di wilayah dekat Kota Surabaya, Jawa Timur. Kota ini menjadi pilihan karena merupakan pangkalan terbesar TNI AL di Indonesia dan memiliki banyak satuan operasional," ungkap Tunggul kepada Indonesia Defense Magazine, Senin (23/2).

Gedung 4 Lantai Tampung 250 Personel

Tunggul lantas membeberkan spesifikasi hunian vertikal tersebut secara rinci. Pihaknya merancang bangunan yang efisien namun tetap nyaman bagi prajurit aktif.

"Kami akan merealisasikan hunian berupa bangunan setinggi 3 sampai 4 lantai. Gedung ini nantinya mampu menampung sekitar 200 hingga 250 personel," paparnya.

Terkait waktu pengerjaan, Tunggul memastikan TNI AL bergerak cepat. Ia menyebut proses eksekusi lapangan tidak akan menunggu waktu lama.

"TNI AL memulai rencana pembangunan pada tahun ini juga. Tim survei akan segera turun ke lapangan dalam waktu dekat untuk memfinalisasi lokasi dan desain bangunan," kata Tunggul.

Baca Juga: Rotasi Jabatan, Letkol Pnb Suyanto Pegang Tongkat Pimpinan Skadron Udara 27

Solusi Lahan Sempit

Sebelumnya, Ali menegaskan keseriusan TNI AL dalam meningkatkan kesejahteraan prajurit. Pembangunan hunian vertikal ini menjadi solusi jitu untuk menyiasati keterbatasan lahan perumahan di wilayah perkotaan padat.

Kolaborasi ini diharapkan mempercepat penyediaan hunian layak. Dengan begitu, prajurit matra laut dapat fokus menjaga kedaulatan perairan Indonesia tanpa perlu memusingkan masalah tempat tinggal. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.