KSAL Lirik 3 Negara Ini untuk Belanja Ranpur Pengganti BTR 50 Marinir

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan, TNI AL bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sudah memiliki beberapa kandidat kendaraan pendarat amfibi (ranratfib) yang baru untuk modernisasi alutsista Korps Marinir.
"Ke depan tentunya kita tetap harus meremajakan (alutsista Korps Marinir) dan ini akan diproses oleh Kemhan, sudah dipilih beberapa calon pengganti (tank) BTR 50," ungkap Ali usai acara HUT ke-78 Korps Marinir di Cilandak, Jakarta, Rabu (15/11).
Korps Marinir saat ini diperkuat beberapa kendaraan pendaratan amfibi yang usianya cukup tua, di antaranya yang berjenis BTR 50 P, BTR 50 PK, BTR 50 PM, AMX-10PAC dan LVT-7 A1.
Baca Juga: Pembekalan Survival dan SAR, Taruna Akademi Angkatan Udara Ikuti Latihan Wanatirta 2023
"Ranratfib yang kita miliki saat ini memang umurnya sudah sangat tua, walaupun dengan pemeliharaan yang baik, Korps Marinir bisa mempertahankan kemampuannya," kata Ali.
Ia menyebut, rencana sejumlah kandidat ranratfib modern pengganti BTR 50 untuk Korps Marinir tersebut berasal dari produk industri pertahanan negara di Timur Tengah (Turki), Eropa hingga Amerika Serikat (AS).
"Beberapa kendaraan amfibi yang dipilih dari sejumlah negara, tapi sampai saat ini kita masih menunggu kontraknya,"
Kita juga sudah berjalan melihat ke beberapa negara terutama ke Timur Tengah, Eropa juga ada, Amerika juga," sambungnya.
Baca Juga: Buka ADMM, Prabowo: PBB Perlu Ambil Lebih Banyak Tindakan Cegah Konflik
Sekitar Mei lalu, Ali mengatakan realisasi atau pemenuhan kekuatan pokok minimum (MEF) Korps Marinir TNI tahap III periode 2019-2024 baru mencapai 60 persen untuk personel dan 40 hingga 60 persen untuk material tempur.
Saat itu, Ali mengungkapkan rencananya untuk memodernisasi alutsista Korps Marinir, di antaranya LVT-7 A1 yang saat ini digunakan Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yonranratfib) di Pasmar 1 Jakarta dan Pasmar 2 Surabaya.
Tidak hanya LVT 7, kendaraan tempur yang juga bakal diganti dengan versi modern adalah BVP 2 yang sampai saat ini masih digunakan oleh Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Marinir. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































