HANKAM

KSAL Kumpulkan Seluruh Komandan Satuan TNI AL, Fokus Bahas Penanganan Bencana di Sumatra

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali didampingi Wakil KSAL Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma saat memimpin apel komandan satuan, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (3/12). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengumpulkan seluruh komandan satuan TNI AL dari berbagai wilayah dalam apel komandan satuan yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (3/12). Salah satu fokus utama apel tahun ini adalah penanganan banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Di depan para komandan satuan, Ali menyampaikan belasungkawa atas bencana yang menimpa sejumlah daerah di Sumatra. Ia meminta seluruh prajurit yang terlibat operasi kemanusiaan menjaga kelancaran proses pencarian dan pertolongan (SAR) hingga bantuan kesehatan dan sosial yang sedang berjalan.

“Semoga prajurit Jalasena yang saat ini melaksanakan bakti kesehatan dan bakti sosial rekonstruksi diberi kemudahan, dan proses SAR di wilayah Sumatra bisa berjalan baik,” ujar Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (4/12).

Baca Juga: 90 Persen Petugas Jadi Korban Banjir-Longsor, TNI Bantu Operasikan SPBU di Sibolga dan Tapanuli

Ali juga menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa TNI harus berada di garis depan dalam situasi darurat seperti sekarang. Hal itu ia sampaikan saat video konferensi dengan Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, yang tengah menangani operasi kemanusiaan di lapangan.

“Saat ini kita tunjukkan, TNI tulus mengabdi. TNI harus selalu terdepan membantu masyarakat yang terdampak bencana,” kata Ali.

TNI AL sendiri telah mengirim sejumlah kapal perang yang membawa bantuan, mulai dari logistik, ekskavator, perahu karet, hingga perlengkapan SAR. Helikopter dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) dan pasukan Korps Marinir juga dikerahkan untuk menjangkau lokasi terdampak yang sulit diakses.

Baca Juga: Dua KRI Bareng Pesawat TNI AU Patroli Perbatasan RI–Malaysia di Karang Unarang

Selain membahas penanganan bencana, apel komandan satuan ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi tugas-tugas TNI AL sepanjang 2025. Ali menekankan kembali kebijakan prioritas pemerintah terkait pengamanan sumber daya alam yang perlu ditindaklanjuti di tiap satuan.

“Lewat apel ini, diharapkan kinerja dan kekompakan seluruh satuan semakin solid, baik dalam menjaga kedaulatan maupun dalam merespons cepat kebutuhan masyarakat di lapangan,” pungkas Ali. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.