HANKAM

KSAL: KSOT Masih Dipelajari PT PAL, Disiapkan untuk Bisa Menembak Torpedo

autonomous
Kapal selam nirawak atau autonomous buatan PT PAL, KSOT-008 dipamerkan dalam parade defile HUT ke-80 TNI di Monas, Jakarta, Minggu (5/10). (Foto: Dok. PT PAL)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan kapal selam nirawak atau autonomous (KSOT) masih terus dipersiapkan sebelum menjalani uji tembak di wilayah Komando Armada (Koarmada) II.

“Masih tetap disiapkan. Masih dipelajari oleh PT PAL, dibantu oleh TNI AL untuk mewujudkan KSOT yang bisa menembak torpedo,” ujar Ali kepada awak media di Jakarta, Jumat (24/10).

Ia menambahkan, proses pengembangan KSOT membutuhkan tahapan teknis yang detail agar sistem senjata tersebut dapat beroperasi optimal di lingkungan bawah laut.

Baca Juga: KSAL Tegaskan Kapal Induk Bukan untuk Invasi, Digunakan untuk OMSP dan Bantuan Kemanusiaan

“Waktunya yang pasti belum tahu. Tapi akan kita coba terus,” katanya menegaskan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan uji tembak KSOT akan digelar untuk pertama kali di perairan Surabaya, yang termasuk wilayah kerja Koarmada II.

“Minggu depan kita akan melakukan penembakan kapal selam tanpa awak,” ujar Sjafrie di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (22/10).

Sjafrie menjelaskan, kapal selam tanpa awak tersebut merupakan hasil produksi dalam negeri dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknologi pertahanan laut Indonesia.

“Kitalah negara yang keempat di dunia yang memproduksi kapal selam tanpa awak yang dikembangkan secara nasional,” jelasnya.

Dari sisi industri, CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyebut KSOT sebagai bukti kemampuan insinyur Indonesia dalam menghadirkan inovasi teknologi maritim berbasis kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Hadapi Ancaman Modern, TNI Bangun Fasilitas Latihan Multidimensi di Pusdiklatpassus

“Keikutsertaan produk inovasi PT PAL Indonesia ini berjajar dengan produk pertahanan andalan sebagai bukti kepercayaan serta kebanggaan bagi TNI terhadap alutsista dalam negeri,” kata Djenod di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/10).

KSOT dirancang sebagai sistem pertahanan bawah laut alternatif yang dilengkapi kemampuan pengintaian (surveillance), pendeteksi kapal lawan, dan sistem kendali autonomous submarine command center (ASCC). Operasinya dapat dikendalikan melalui radio frekuensi langsung maupun satelit, serta terintegrasi dengan combat information center (CIC) di kapal markas dan pangkalan angkatan laut.

“Kami ingin membuktikan insinyur (engineer) Indonesia mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus menjaga kehormatan bangsa di sektor maritim,” ujar Djenod. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.