KSAL: Komandan dan Perwira Pengawak KRI Harus Berani dan Berbuat Benar

Jakarta, IDM – Komandan dan Perwira pengawak Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) harus berani dan berbuat benar. Sebagai prajurit Jalasena mereka tidak boleh takut, tetapi harus berani yakni berani dalam mengambil resiko, berani menyampaikan pendapat, berani mengambil keputusan, dan berani bertanggung jawab.
Demikian yang disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dalam kesempatan tatap muka kepada seluruh Komandan KRI dan Perwira KRI di jajaran Koarmada I, Koarmada II, Koarmada III dan Kolinlamil yang berada di pangkalan maupun daerah operasi. Tatap muka dilaksanakan melalui Vicon (Video Conference) yang terpusat di Mabesal Cilangkap, Rabu (22/12/2021).
“Hadapi semua persoalan, hadapi semua tantangan. Tatap masa depan dengan keberanian karena tantangan tidak akan pernah berakhir hingga kalian pensiun nanti,” ujar KSAL seperti dikutip dari laman TNI AL, tnial.mil.id, Kamis (23/12/2021).
Selain itu, KSAL juga menyampaikan sejumlah poin penting lainnya sebagai penekanan. Di antaranya untuk menjadi seorang Komandan KRI, seorang perwira harus melewati proses yakni menjalani jabatan-jabatan seperti Padiv, Kadep, dan Palaksa. Selanjutnya bagi Komandan KRI harus mengecek apakah kebutuhan personelnya telah terpenuhi atau belum.
Bagi KRI, terutama saat melaksanakan operasi, KSAL mengimbau agar ciptakan komunikasi yang baik dengan kapal-kapal lain yang melintas di wilayah laut Indonesia. Dan yang juga penting adalah Komandan KRI harus bisa menciptakan hubungan kekeluargaan yang harmonis dengan prajuritnya.
Pengarahan KSAL ini diikuti oleh sebanyak 558 perwira KRI di jajaran Koarmada II yang berada di pangkalan secara online dan bertempat di Gedung Panti Tjahaya Armada (PTA) Surabaya. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































