HANKAM

KSAL Keliling Fasilitas Militer Pakistan, Cek Kapal Selam hingga Fregat

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mendengarkan penjelasan perwira Angkatan Laut Pakistan saat meninjau ruang kendali kapal perang fregat PNS Tughril di Karachi. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali melangsungkan rangkaian diplomasi militer di Pakistan. Ali meninjau sejumlah pangkalan militer dan alutsista utama Angkatan Laut Pakistan di Islamabad dan Karachi.

Peninjauan ini mencakup akademi militer PNS Rahbar, galangan Karachi Shipyard and Engineering Works, hingga dua kapal perang utama yakni kapal selam PNS Hangor dan fregat PNS Tughril (F261).

Baca Juga: TNI AD Sudah Bangun 2.700 Jembatan dan 3.000 Sumur Bor

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan peninjauan alutsista tersebut menjadi wadah pertukaran teknologi dan manajemen pertahanan kedua negara.

"Kunjungan ke fasilitas dan alutsista Pakistan memberikan peluang untuk bertukar pikiran dalam pengembangan kualitas pendidikan, latihan, manajemen operasional armada, hingga peningkatan teknologi alat peralatan pertahanan dan keamanan," ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (16/9).

Sebelum menyambangi pangkalan militer di Karachi, Ali lebih dulu menerima bintang kehormatan tertinggi militer Nishan-e-Imtiaz (Military) dari Presiden Pakistan Asif Ali Zardari di Istana Kepresidenan Aiwan-e-Sadr, Islamabad. Tanda kehormatan tersebut diberikan atas kontribusi Ali mempererat hubungan pertahanan kedua negara.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali
Momen KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menerima jajar kehormatan prajurit Angkatan Laut Pakistan saat meninjau geladak kapal perang di Karachi. (Foto: Dok. Dispenal)

Tunggul menyampaikan momentum ini dimanfaatkan TNI AL untuk memperluas kerja sama teknis militer di berbagai sektor.

"Di antaranya untuk meningkatkan kerja sama latihan bersama, pengembangan kemampuan sumber daya manusia melalui pengiriman personel untuk pendidikan dan kursus, penjajakan kekuatan pertahanan, serta kolaborasi lintas kelembagaan," kata Tunggul.

Baca Juga: TNI Tambah 81 Penyidik Handal, Siap Jaga Integritas dan Transparansi

Ia menambahkan, penguatan hubungan bilateral ini berperan penting sebagai instrumen pembangun kepercayaan antarnegara (confidence building measure) sekaligus menjaga stabilitas keamanan maritim kawasan.

Selama di Pakistan, Ali juga menggelar pertemuan bilateral bersama KSAD Pakistan Asim Munir dan KSAL Pakistan Laksamana Naveed Ashraf.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.