HANKAM

KSAL: Kapal Induk Garibaldi Tetap Dikawal Khusus Buat OMP

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali usai menghadiri seminar nasional Hiu Kencana 2026 di Seskoal, Jakarta, Rabu (9/9). (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan kapal induk Garibaldi disiapkan untuk Operasi Militer Perang (OMP) dengan pengawalan kapal tempur utama. Pernyataan ini meluruskan anggapan publik yang menilai kapal buatan Italia tersebut hanya dipakai untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti penanggulangan bencana.

Ali menjelaskan, skema pengawalan (escort) oleh kapal perang jenis fregat maupun korvet tetap melekat pada Garibaldi. Pengawalan ini krusial untuk melindungi kapal dari potensi ancaman lawan di laut.

"Kapal Garibaldi ini pada dasarnya disiapkan untuk Operasi Militer Perang. Jadi, pengawalan ketat oleh kapal kombatan tetap berlaku dalam doktrin pertahanan kita," ujar Ali di Seskoal, Jakarta, Rabu (9/9).

Baca Juga: Enam Anggota OPM Ikrar Setia kepada NKRI, Salah Satunya Penyuplai Logistik

Selain kapal pengawal, kekuatan tempur dan misi kemanusiaan Garibaldi bakal didukung armada helikopter tiga matra TNI. Ali menyebut geladak kapal induk sepanjang 180,2 meter ini bisa menampung serta memfasilitasi operasional helikopter milik TNI AD, TNI AL, hingga TNI AU.

"Nanti helikopter dari tiga matra, baik AD, AL, maupun AU bisa onboard dan beroperasi dari atas kapal ini. Kita siapkan kualifikasi pendaratan di atas kapal (deck landing qualification) bagi para penerbang," tutur Ali.

Meski punya fungsi tempur utama, kapal berbobot belasan ribu ton ini punya fleksibilitas tinggi untuk misi nontempur. Saat situasi damai, Garibaldi dapat berubah fungsi menjadi rumah sakit terapung, pusat komando evakuasi bencana, hingga sarana angkut personel VVIP.

Baca Juga: Jabat Tangan Menhan Sjafrie, Menhan Sudan: Semua Musuh Indonesia adalah Musuh Sudan

Pengawalan ketat ini sudah terlihat dari hadirnya kapal fregat Angkatan Laut Italia yang mengawal pelayaran Garibaldi menembus titik panas Laut Merah dan Teluk Aden sejak 24 Agustus 2026. Kapal induk ini dijadwalkan tiba di perairan Indonesia pada 17 September 2026 melalui jalur selatan Samudra Hindia dan Selat Sunda.

Setibanya di Indonesia, TNI AL menyiagakan dua kapal perang pengawal dan pesawat udara Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) untuk menyambut kedatangan Garibaldi. Pemerintah merencanakan upacara pengukuhan nama baru KRI Gadjah Mada pada 25 September 2026, yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.