KSAL Ingin Garis Pantai RI Hasilkan Rumput Laut untuk Ekspor

Jakarta, IDM – TNI AL mulai melirik potensi besar sektor maritim untuk memperkuat ekonomi nasional. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mendorong jajarannya mengoptimalkan garis pantai Indonesia yang sangat panjang melalui budidaya rumput laut untuk menyasar pasar ekspor.
Ia menekankan, status Indonesia sebagai pemilik garis pantai terpanjang kedua di dunia harus menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.
"Kita juga ingin menanam rumput laut. Indonesia ini kan pantainya terpanjang kedua di dunia, seharusnya rumput laut ini bisa bermanfaat dan bisa kita ekspor ke luar negeri," tegas Ali, sebelum memimpin rapat pimpinan (rapim) TNI AL yang digelar di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Rabu (11/2).
Baca Juga: Prioritas TNI AL 2026: Terus Tambah Kapal, Incar Fregat hingga Kapal Selam
Ia memandang setiap satuan wilayah TNI AL perlu menjadikan pemanfaatan pesisir sebagai prioritas utama. Menurutnya, komoditas rumput laut memiliki nilai strategis yang mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat di sekitar pangkalan sekaligus mengisi pasar internasional.
Target Panen Kedelai Juni-Juli
Selain sektor laut, Ali turut menyinggung peran prajurit dalam menyukseskan swasembada pangan di darat. Ia menargetkan jajarannya melaksanakan panen raya kedelai pada pertengahan tahun ini sesuai penugasan dari pemerintah.
Baca Juga: Jadwal Kedatangan Kapal Baru TNI AL: KRI Prabu Siliwangi April, KRI Canopus Pertengahan Mei
"Ketahanan pangan kedelai, mudah-mudahan kita bisa panen bulan Juni atau Juli ya. Kita mendapatkan tugas ini dari Kementerian Pertanian untuk ikut menyukseskan swasembada," pungkasnya.
TNI AL kini menjalin kolaborasi erat dengan kementerian terkait untuk memastikan penyediaan bibit berkualitas serta pendampingan teknis di lapangan. Ali berharap langkah ini membuktikan kontribusi konkret TNI AL dalam menjaga kedaulatan pangan dan memperkuat ekonomi maritim nasional. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































