KSAL dan Wamenhan Bahas Koordinasi Program P3DN

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali bersama Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M Herindra membahas percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri di Mabesal, Jakarta, Jumat (13/1).
Dalam pertemuan itu, Herindra melaksanakan koordinasi dalam rangka menyukseskan kebijakan dan program Presiden RI terkait percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 Tahun 2022.

Ia menyampaikan, perlunya peningkatan kinerja tim P3DN tingkat UO di lingkungan Kemhan dan TNI.
"Tim P3DN instruksikan unit kerja pengadaan barang dan jasa (UKPBJ) untuk mendorong mitra kerja mendaftarkan dalam e-katalog untuk akselerasi target tayang produk PDN dalam e-katalog," jelasnya dikutip dari keterangan Dispenal, Sabtu (14/1).
Baca: Prajurit Armed Beri Layanan Kesehatan dari Terapi Sulit Tidur Hingga Penghilang Racun
Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga mengharapkan dukungan dan kerjasama dari jajaran TNI AL sehingga pelaksanaan program percepatan P3DN, khususnya di lingkungan Kemhan dan TNI terlaksana dengan baik.
"Hal ini juga sebagai kontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Herindra. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































