KSAL : Calon Komandan Harus Berani Mengambil Resiko

Jakarta, IDM - “Sebagai calon komandan, Perwira lulusan Sesko TNI harus berani mengambil resiko dengan mengambil keputusan dalam situasi darurat, seorang komandan memiliki tanggung jawab besar yang harus diemban yang tidak dapat dihindari, demikian salah satu penekanan yang disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., saat memberikan pembekalan kepada 50 Perwira Menengah (Pamen) TNI AL berpangkat Kolonel mantan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) XLVIII Sesko TNI, bertempat di Selasar Gedung Neptunus, Denma Mabesal, Cilangkap Jakarta Timur, Senin, (20/09/21).
“Para perwira nantinya akan menempati jabatan pemantapan misalkan sebagai Danlantamal atau Danlanal, ketika menghadapi situasi darurat seperti kejadian gempa atau banjir, maka pejabat TNI AL harus maju dan mengkomunikasikan dengan instansi terkait, harus berani tampil paling depan, bukan menjadi pengikut.
Setelah ini kalian akan menempati jabatan pemantapan di tempat kedinasan yang baru, kalian harus bisa mengukir, bisa menjadi contoh atau agen perubahan agar menjadikan TNI AL lebih baik lagi,” tandas Laksamana Yudo.
Lebih lanjut dikatakan KSAL bahwa keberanian memang tidak muncul dengan sendirinya tetapi harus banyak di latih, termasuk keberanian untuk dekat dengan media sehingga peran TNI AL dalam memberikan bantuan kepada masyarakat benar-benar diketahui publik.
“Tuhan sudah memberikan rahmat kepada kalian melalui dinas TNI AL untuk menyelesaikan pendidikan Sesko TNI. Ini adalah panggung untuk kalian, dan bagaimana kalian menggunakan panggung tersebut untuk menunjukkan prestasi dan pengabdian sebagai perwira TNI AL. Artinya kalian harus bisa memanfaatkannya,” ujar KSAL.
KSAL juga menyampaikan kepada 26 Pamen Korps Pelaut, 6 orang Korps Teknik, 4 orang Korps Elektro, 3 orang Korps Suplay dan 11 orang Korps Marinir ini agar dengan bekal pengetahuan yang telah dimiliki supaya dapat lebih mendewasakan diri dan dapat menerapkan bekal tersebut dengan sebaik-baiknya di kedinasan dengan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Personel (Aspers) KSAL Laksamana Muda TNI Irwan Achmadi, M.Tr. (Han)., Kepala Dinas Pendidikan Angkatan Laut (Kadisdikal) Laksamana Pertama TNI Dr. Diki Atriana, M.Sc., CHRMP., dan Kepala Dinas Administrasi Personel Angkatan Laut (Kadisminpersal) Laksamana Pertama TNI Deni Herman, S.T., M.A.P., CHRMP., CFrA. (wan/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































