HANKAM

KSAL Bertemu Perwira Intelijen Calon Atase Pertahanan di Jepang hingga Australia

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali bertemu tiga calon atase pertahanan di India, Jepang, dan Australia di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Senin (16/6). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memberikan pembekalan kepada tiga perwira tinggi TNI AL yang akan diberangkatkan menjadi atase pertahanan di luar negeri.

Di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Senin (16/6) Ali bertemu dengan Brigjen (Mar) Burhanuddin yang akan bertugas sebagai atase pertahanan di India, Laksamana Pertama Novera Budi L ke Australia, dan Laksamana Pertama Hidayaturrahman ditempatkan di Jepang.

"Tiga perwira TNI AL ini nantinya melanjutkan tugas sebagai atase pertahanan RI periode 2025-2028," ungkap Ali, dikutip dari laman TNI AL, Selasa (17/6).

Baca Juga: Kronologi Gugurnya Serka SM Korban Pembunuhan Keji OPM di Yahukimo

Ali menekankan seorang atase pertahanan tidak hanya bertugas menjaga nama baik negara dan satuan, tetapi juga memiliki peran untuk memperkuat kerja sama pertahanan.

"Atase pertahanan berperan meningkatkan kerja sama pertahanan di tingkat military to military, khususnya dengan angkatan bersenjata negara di mana mereka ditempatkan," kata Ali.

Ia juga menjelaskan sebagai diplomat militer, atase pertahanan yang ditempatkan di berbagai kedutaan besar RI merupakan perwakilan dari menteri pertahanan, panglima TNI, dan kepala staf angkatan di negara-negara sahabat.

Adapun ketiga perwira tinggi calon atase pertahanan di India, Jepang, dan Australia ini masing-masing memiliki latar belakang jabatan sebagai staf intelijen.

Baca Juga: Pergantian Jabatan Strategis di TNI AU, KSAU Pimpin Sertijab Dua Pejabat Utama

Misalnya, Burhanuddin sempat berdinas di Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI saat masih berpangkat sebagai kolonel. Lalu, ia menggantikan Laksamana Pertama Ardiansyah Muqsit untuk menjadi atase pertahanan di India.

Kemudian, Hidayaturrahman sebelum menggantikan Laksamana Pertama Azwan Yusuf sebagai atase pertahanan di Jepang, ia berdinas di staf intelijen TNI.

Menyusul nama Novera yang sebelumnya sebagai perwira pembantu utama B-2 direktorat B BAIS TNI, kini menggantikan Laksamana Pertama Yusliandi Ginting sebagai atase pertahanan di India. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.