KSAL Beri Tiga Pesan Utama untuk Pengawak KRI Belati-622

Jakarta, IDM – Kepala Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memberikan tiga pesan utama kepada para prajurit pengawak KRI Belati-622, kapal cepat rudal (KCR) yang resmi memperkuat jajaran Komando Armada (Koarmada) III.
Dalam upacara penyerahan kapal (delivery ceremony) di Markas Komando Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (24/10), Ali menegaskan KRI Belati-622 merupakan aset strategis pertahanan maritim nasional yang harus dijaga dengan disiplin, doa, dan tanggung jawab.
“Kapal perang ini dibangun dengan uang rakyat dalam jumlah besar. Kini kapal ini dipercayakan kepada kalian untuk dijaga, dirawat, dan dioperasikan dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan,” ujar Ali.
Baca Juga: TTX Bhakti Kanyini Ausindo 25, TNI dan ADF Latihan Komando Penanggulangan Bencana
Ali menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh pengawak KRI Belati-622. Pertama, setiap pelaksanaan tugas harus diawali dengan doa dan keimanan, karena keberhasilan dan keselamatan datang dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kedua, Ali meminta seluruh pengawak KRI Belati-622 untuk merawat kapal dengan sepenuh hati, karena setiap bagian dari kapal merupakan hasil kerja keras bangsa dan simbol kepercayaan rakyat.

Ketiga, para pengawak KRI Belati-622 harus memahami secara menyeluruh kemampuan tempur dan sistem kapal agar selalu dalam kondisi siap tempur kapan pun dibutuhkan.
“Laksanakan tugas dengan disiplin, loyalitas, dan dedikasi tinggi. Rawat kapal ini sebagaimana kalian menjaga diri sendiri,” pesan Ali.
Baca Juga: Wamenhan: KRI Belati-622 Aset Strategis Pertahanan Maritim Nasional
Ia menambahkan, KRI Belati-622 bukan hanya simbol kekuatan TNI AL, tetapi juga bukti nyata kemampuan industri pertahanan dalam negeri dalam mendukung modernisasi alutsista maritim dan kemandirian bangsa di bidang pertahanan laut.
Pada kesempatan yang sama, Ali juga melantik Komandan KRI Belati-622 Letkol Laut (P) Tigor Antoni Parluhutan yang akan memimpin langsung pengoperasian kapal cepat rudal 60 meter buatan dalam negeri tersebut.
“Amanah dan kepercayaan tersebut harus mampu kalian jawab dengan kinerja dan profesionalisme yang tinggi sehingga kehadiran KRI Belati-622 dapat memberikan kontribusi yang nyata,” ucap Ali. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































