KSAL Berangkatkan Dua Puluh Tiga Truk Bantuan Sosial

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., melepas keberangkatan dua puluh tiga truk yang membawa Bantuan Sosial (Bansos) “TNI AL Peduli dan Berbagi” untuk para korban yang terkena musibah banjir di wilayah Bekasi dan sekitarnya dari Markas Komando (Mako) Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Selasa (23/2).
Dua puluh tiga truk TNI AL membawa bahan kontak berupa 5.187 karung beras, 3.311 mie instan, 502 dus air mineral, 223 dus biskuit/bubur bayi, 117 dus minyak goreng, 407 paket campur, 82 dus susu/kopi/teh, 63 dus popok bayi, 31 dus sarden/kornet, 31 rol karpet, 20 dus pakaian, 15 paket alat mandi, 11 karung selimut, 8 dus masker, 4 dus obat dan 1 karung sarung.
Dalam kesempatan tersebut, KSAL menyampaikan bahwa TNI Angkatan Laut telah menugaskan 798 prajurit untuk melakukan evakuasi bencana alam di Karawang, Bekasi dan sekitarnya, didukung peralatan berupa perahu karet sebanyak 88 unit. Selain itu, prajurit yang di lapangan juga akan mendata kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat yang mengungsi, informasi ini segera kita tindaklanjuti.
“Secara bertahap TNI AL akan mengirimkan bantuan-bantuan tersebut antara lain, ada beras, mie instan, popok bayi, pakaian, tenda, susu bayi, selimut, dan ini merupakan kebutuhan sesuai permintaan masyarakat disana. Bantuan kemanusiaan kali ini juga merupakan perintah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk segera mengirim prajurit melakukan evakuasi dan mengirim bantuan sembako”, tutur Laksamana Yudo.

Kasal juga mengatakan, sebelumnya TNI AL telah membantu melakukan evakuasi korban banjir di Kemang, Ciledug dan Ciracas oleh Tim Satgas Penanggulangan Banjir dari Kotama-Kotama di wilayah Jakarta seperti, Koarmada I, Kormar, Seskoal dan Lantamal III. Untuk bencana banjir di wilayah Bekasi dan Karawang yang cukup berat, Kasal mengharapkan kepada masyarakat supaya dapat membantu para korban banjir, sehingga adanya bantuan evakuasi dan bahan makanan pokok yang diberikan selama di pengungsian akan meringankan beban.
TNI AL dalam membantu evakuasi korban banjir di Bekasi dan Karawang, sebelumnya telah memberangkatkan Satgas Banjir melalui Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid Kacong, S.E., M.M., Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han)., dan Komandan Lantamal (Danlantamal) III Brigadir Jenderal TNI (Mar) Umar Farouq, S.A.P.

Koarmada I mengirimkan personel Satgas sebanyak 64 personel dengan Dansatgas Kepala Dinas Penyelamatan Bawah Air (Kadislambair) Koarmada I Kolonel Laut (T) Wahyudin Arif, Lantamal III mengerahkan 60 personel dengan Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) III Jakarta, Letkol Marinir Deyna Hakim Galuh Tirta Negara, S.Ikom sebagai Dansatgas dan Korps Marinir mengirimkan 150 personel dan menunjuk Danyon 4 Marinir Letkol Marinir Ali Wardana, S.E., M.Tr. (Opsla) sebagai Dansatgas.
Turut hadir dalam pemberangkatan Bansos antara lain Irjenal Laksda TNI Dr. Moelyanto, M.Si (Han), Asrena Kasal Laksda TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., Aspers Kasal Laksda TNI Irwan Achmadi, M.Tr (Han), Aslog Kasal Laksda TNI Puguh Santoso, S.E., M.M., Askomlek Kasal Laksda TNI Atok Dushanto, M.Sos.Sc, Aspotmar Kasal Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid Kacong, S.E., M.M., Pangkolinlamil Laksda TNI Irvansyah, S.H., CHRMP., Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han)., dan sejumlah pejabat lainnya. (rgp/wan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































