KSAD: Yayasan Milik TNI AD Harus Meningkatan Kesejahteraan Prajurit dan Keluarganya

Cimahi, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman meminta Keberadaan Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) harus dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan prajurit dan keluarganya termasuk dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui lembaga pendidikan.
Hal ini dikatakannya saat menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Teknis Yayasan Kartika Eka Paksi (Rakornis YKEP) yang digelar di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, Jawa Barat, Kamis (19/1).
KSAD yang juga Ketua Pembina YKEP mengatakan YKEP saat ini telah melakukan banyak terobosan terutama dalam memberikan dukungan bagi peningkatan SDM prajurit dan keluarganya serta masyarakat melalui bantuan bea siswa maupun pengembangan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan terutama di Unjani.
“Dari ilmu, teori itu dikembangkan, bagaimana nanti bekerja, termasuk kerja sama dengan perusahaan-perusahaan, baik negeri maupun swasta, sehingga lulusan Unjani siap pakai," kata KSAD.
Baca: Operasi VBSS, Lanal Banyuwangi Lumpuhkan Perompak Kapal
Ia pun berharap lulusan Akademi Militer (Akmil) yang merupakan lulusan setara Diploma 4 (D-4) dapat melanjutkan Strata Satu (S1) di Universitas Unjani, termasuk lulusan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) dapat langsung mengikuti pendidikan Secapa AD dan melanjutkan S1 di Unjani. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































