KSAD: TNI AD Akan Perhatikan Kesejahteraan Prajurit dengan Perbaiki Rumah Dinas

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengatakan TNI Angkatan Darat berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit, salah satunya dengan memperbaiki kondisi perumahan bagi para prajurit.
Hal ini diungkapkan saat meninjau rumah dinas anggota Kodim 0418/Palembang yang selesai direnovasi, berlokasi di Jalan Raya Residen Abdul Rozak Palembang, Selasa (14/2).
"Saya minta yang masih kurang-kurang agar diperbaiki," kata KSAD dikutip keterangan resminya Dispenad, Selasa, (14/2).
Rumah dinas Kodim 0418/Palembang yang direnovasi sebanyak 24 unit, yang sudah selesai dan siap ditempati sejumlah 6 unit.
Pada kesempatan tersebut KSAD yang pernah menjadi Komandan di Kodim tersebut juga bernostalgia dengan para prajurit. Ia bahkan mengunjungi ruangannya dahulu yang menurutnya sudah berubah menjadi lebih bagus.
Baca: Kolonel CZI Suyatrinu Wardedi Ciptakan Mesin Penyedot Sedimen untuk Sungai Citarum
"Saya menyapa seluruh anggota Kodim 0418/Palembang, juga mantan anggota Kodim yang masih aktif maupun yang telah purna tugas, sekaligus tadi menyempatkan diri untuk berswafo dengan seluruh anggota Kodim 0418/Palembang," kata KSAD. (rr)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































