KSAD Terima Kunjungan Majelis Adat Kerajaan Nusantara

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, menerima kunjungan silaturahmi dari Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) yang diketuai YM DR Eddy Wirabumi, di Markas Besar Angkarat Darat, Jumat (4/3).
Kedatangan MAKN dalam rangka silaturahmi dan menyampaikan berbagai aspirasi termasuk menggandeng TNI Angkatan Darat dalam menggugah kembali generasi muda mengingat perjuangan bangsa Indonesia melalui kerajaan–kerajaan pada masa lampau dalam mengusir penjajah sebelum berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum MAKN YM Dr. KPH Eddy Wirabumi, menyampaikan ucapan terima kasih atas atensi dari KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman dalam penerimaan yang hangat.

Disampaikan bahwa Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) merupakan lembaga persatuan dari 53 kerajaan yang memiliki keutuhan silsilah turun temurun dari Istana/Keraton, Raja/Sultan yang dinobatkan oleh lembaga adat kerajaan/kesultanan dengan lambang, pusaka, situs dan masyarakat adat yang masih tersebar di seluruh nusantara.
Dalam silaturahmi ini disampaikan gagasan-gagasan serta sumbang pemikiran atas keberadaan kerajaan-kerajaan yang terhimpun dalam MAKN. Harapan besar dari silaturahmi ini akan terbangun sinergi yang kuat antara TNI AD dengan MAKN.
Sebagai pelaku sejarah berdirinya NKRI, MAKN akan mendukung langkah TNI AD dalam menjaga NKRI dari berbagai bentuk gangguan terhadap stabilitas negara. MAKN bertekad kuat untuk ikut berperan aktif dalam mengikis paham radikalisme yang merusak tatanan masyarakat Indonesia. Selain itu MAKN akan turut serta dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program ketahanan pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Dudung menyampaikan beberapa langkah strategis dalam menangani radikalisme dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam program ketahanan pangan serta pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dungung sangat mengapresiasi berbagai kegiatan dan program yang dilakukan oleh MAKN bagi generasi penerus bangsa untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa Indonesia melalui kerajaan-kerajaan di nusantara.

“Terima kasih atas masukan-masukannya, jadi memang bangsa ini berdiri awalnya dari kerajaan, karena dijajah selama 350 tahun akhirnya kerajaan ini porak-poranda, banyak raja-raja yang terbunuh, karena kerajaan-kerajaan inilah yang mepersatukan rakyatnya dan melakukan perlawanan. Karena menggunakan senjata tradisional dan kalah oleh senjata modern penjajah pada masa itu,“ Dudung.
“Saya memang pernah bercita-bercita bahwa ini harus dibangkitkan kembali, karena memang ini adalah sebetulnya budaya bangsa Indonesia, budaya bangsa ini adalah raja-raja ini. Dengan raja-raja inilah maka akan membentuk persatuan dan kesatuan. Negara ini, bangsa ini berdiri karena keragaman, kerana bermacam-macam suku budaya yang kemudian dipersatukan,“ imbuh Dudung.

Dalam pertemuan tersebut, Kasad juga berharap dapat digelarnya apel budaya bangsa untuk memperkenalkan kepada generasi muda agar mengingat kembali sejarah berdirinya bangsa Indonesia melalui kerajaan-kerajaan pada masa lampau.
Pada akhir acara silaturahmi, dari perwakilan MAKN memberikan plakat, buku MAKN serta cindera mata kepada KSAD. (gin)
Hankam

Tindaklanjuti Instruksi Presiden, TNI Kembali Kerahkan Tim Penyuluh Karhutla ke Sumatra dan Kalimantan
TNI mengerahkan 289 personel Seskoad ke Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan untuk memperkuat edukasi preventif dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































