KSAD Terima Kunjungan Atase Pertahanan Australia Bahas Pembelian Alutsista

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan dari Atase Pertahanan Australia, Kolonel Micah Batt beserta asistennya Richard Swaby di Markas Besar Angkatan Darat. Kunjungan ini dilakukan untuk menindak lanjuti tentang kerja sama pengadaan alutsista Bushmaster dari Australia Defence Force.
Dalam pertemuan ini Jenderal TNI Andika Perkasa merespon dengan melakukan rencana pembelian Bushmaster dari Australia. selain itu pihak Australia Defense Force juga berencana untuk menyediakan 15 armada Bushmaster, untuk kendaraan taktis operasional TNI Angkatan Darat.
“Jadi ini adalah sebuah gerakan yang positif dari Angkatan Pertahanan Australia. Ya Anda memberikan penawaran dan kami tertarik membeli Bushmaster dan Hawkei, disaat yang sama anda juga memberikan perhatian dengan menyediakan armada tersebut untuk kami,” ujar KSAD.
Selain membicarakan tentang kerjasama penambahan alutsista, pertemuan ini juga membicarakan tentang penanganan pandemi Covid-19 di masing-masing negara. Atase Pertahanan Australia menyampaikan bahwa akan ada bantuan peralatan medis yang disiapkan dari Australia untuk Indonesia (nhn/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































