KSAD Tandyo: Prajurit Hukum TNI AD Harus Siap Hadapi AI dan Kejahatan Siber

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita meminta prajurit hukum TNI AD harus siap beradaptasi dengan kemajuan Artificial Intelligence (AI) dan ancaman cyber crime, data privacy, hingga autonomous weapon systems.
Hal ini dikatakannya dalam amanatnya yang dibacakan Ketua Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM), Brigjen TNI Raden Deltanto Sarwi Diatmiko dalam acara Wisuda Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) SHTM Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10).
"Dinamika hukum terus berkembang, khususnya dengan diberlakukan KUHP 2023 yang membawa perubahan pada sistem hukum pidana, termasuk hukum militer," kata Tandyo.
Baca Juga: Dukung Operasi Modifikasi Cuaca, TNI AU Kirim Empat Kontainer Dry Ice
Lebih lanjut, Tandyo juga menyoroti perkembangan geopolitik global dan isu Hak Asasi Manusia (HAM) yang terus bergerak dinamis. Hal ini katanya menuntut prajurit hukum memiliki pemahaman yang memadai terhadap rules of engagement, international humanitarian law, serta prinsip proporsionalitas dalam operasi militer.
"Kondisi ini menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia hukum TNI AD agar semakin profesional dan adaptif dalam menghadapi kemajuan teknologi maupun perubahan regulasi," kata Tandyo.
Berikutnya dalam aspek moral dan profesionalisme, Tandyo mengingatkan para lulusan untuk menerapkan ilmu hukum dengan tetap menjunjung tinggi etika, moral, dan nilai-nilai kemanusiaan serta berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI dalam setiap langkah pengabdian.
Baca Juga: TNI AD Wisuda 90 Prajurit Hukum, Siap Mengabdi untuk NKRI
"Para lulusan juga diharapkan terus membangun karakter disiplin, tangguh, jujur, rendah hati, dan solutif, sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi serta memperluas jejaring akademik di bidang hukum," pungkas Tandyo.
Untuk diketahui, TNI Angkatan Darat melalui Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) mewisuda 90 prajurit hukum, terdiri atas 24 lulusan Program Sarjana dan 66 lulusan Program Pascasarjana.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































