HANKAM

KSAD Tandyo Perintahkan TNI AD Percepat Program Prabowo: Sekolah Rakyat hingga Ketahanan Pangan

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat (AD) untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tandyo mengatakan TNI AD memiliki tanggung jawab untuk memastikan berbagai program yang melibatkan institusinya dapat berjalan sesuai arahan pemerintah.

Sejumlah program yang menjadi perhatian antara lain Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, serta penguatan ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Setelah Amankan Caracal, TNI Cari Senpi Daewoo K3 yang Diduga Disembunyikan OPM di Maybrat

Menurut Tandyo, program-program itu bukan hal baru bagi TNI AD. Sejumlah kegiatan bahkan telah berjalan sebelumnya sehingga pelaksanaannya akan diteruskan sekaligus dipercepat.

Ia menegaskan, TNI AD akan menindaklanjuti program-program yang telah menjadi tugas institusi tersebut.

“Banyak program-program strategis dari Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Wapres Gibran yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi Angkatan Darat untuk bisa mempercepat, khususnya untuk operasionalisasi,” kata Tandyo.

Percepatan pelaksanaan diutamakan agar kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata di lapangan.

Baca Juga: Kombinasi Berbagai Manuver, Helikopter TNI AD-AU Latihan Pendaratan di KRI Sriwijaya

“Apakah itu KDKMP, apakah itu Sekolah Rakyat, apakah itu ketahanan pangan, yang menjadi tugas dari Bapak Presiden akan segera kita selesaikan,” ujarnya.

Tandyo menjelaskan pelaksanaan program yang telah berjalan akan tetap dilanjutkan. Sehingga fokus TNI AD bukan semata-mata memulai kegiatan baru, melainkan memastikan program yang sudah ada dapat terus berjalan dan mencapai sasaran yang ditetapkan.

“Saya kira kalau tugas-tugas yang tentang ketahanan pangan, tentang KDKMP kan sudah berjalan sebelumnya. Itu yang kita teruskan,” tuturnya.

Baca Juga: Mayjen TNI Putra Widiastawa, Putra Buleleng yang Kini Jabat Pangdam IX/Udayana

Di sisi lain, Tandyo juga menyinggung pembangunan kekuatan TNI AD sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan negara.

Menurutnya, pembangunan kekuatan tersebut berkaitan dengan sektor pertahanan yang menjadi perhatian Kementerian Pertahanan.
Ia menekankan penguatan kemampuan TNI AD merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas institusi dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara.

Pembangunan kekuatan pertahanan dan pelaksanaan program strategis pemerintah merupakan dua aspek yang harus berjalan beriringan. Di satu sisi, TNI AD dituntut meningkatkan kesiapan dan kemampuannya, sementara di sisi lain juga menjalankan penugasan yang mendukung agenda pembangunan nasional.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.