KSAD Serahkan 50 Kendaraan Dinas untuk Satuan-Satuan TNI AD

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, dirinya bersama seluruh jajaran TNI AD selalu berdiskusi mengenai bagaimana membuat inovasi agar kegiatan operasional di satuan-satuan di bawah TNI AD dapat berjalan dengan baik.
Maruli mengatakan hal tersebut saat penyerahan dan distribusi kendaraan dinas (randis) TNI AD di Mabesad, Jakarta, Kamis (8/5). Penyerahan ini ditujukan untuk menunjang pelaksanaan tugas pokok.
Baca Juga: Lewat TMMD ke-124, Program Unggulan KSAD Penuhi Kebutuhan Penduduk Jambi
Pendistribusian kendaraan dinas ini, lanjut Maruli, merupakan hasil dari berbagai diskusi dan masukan langsung dari para prajurit TNI AD yang bertugas di lapangan.
“Kita (Pejabat Utama Mabesad) duduk bersama, kita banyak diskusi dan saling bertukar masukan, pasti akan menghasilkan banyak inovasi,” kata Maruli.
Ia berharap, pendistribusian randis dapat ditingkatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan anggota TNI AD, khususnya dalam fasilitas yang menunjang pelaksanaan tugas.
Baca Juga: Wakil KSAL Mampir ke Produsen Radar di Imdex Asia 2025
Sebanyak 50 kendaraan dinas dengan berbagai tipe telah disiapkan dan dialokasikan kepada satuan-satuan TNI AD untuk mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari.
Sejak tahun 2024 lalu, KSAD tercatat telah mendistribusikan kendaraan dinas sebanyak sembilan kali dengan total mencapai kurang lebih 800 unit kendaraan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































