HANKAM

KSAD: Selamat Bertugas, Jangan Kecewakan Kehormatan TNI AD

KSAD: Selamat Bertugas, Jangan Kecewakan Kehormatan TNI AD
Photo. Dok: Youtube TNI Angkatan Darat

Bandung, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Ketum Persit KCK Hetty Andika Perkasa berpesan kepada lulusan Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) tahun anggaran 2021 agar tidak mengecewakan kehormatan yang diberikan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. arahan tersebut saat KSAD menghadiri upacara Prasetya Perwira Pendidikan Pembentukan Perwira TNI AD Tahun 2021, Bandung, Jawa Barat, Senin, (09/08/2021).

"Jaga diri, selamat bertugas di tempat yang baru dan jangan kecewakan kebahagiaan dan kehormatan yang diberikan oleh Angkatan Darat maupun keluarga kepada rekan-rekan perwira muda semua," kata Andika melalui kanal YouTube TNI AD.

Setelah pelaksanaan upacara, Jenderal TNI Andika Perkasa beserta istri memberikan pembekalan dan berinteraksi langsung dengan 1.224 perwira muda yang mengikuti Upacara Prasetya Perwira. Dalam kesempatan itu, KSAD juga memberikan perhatian kepada 14 prajurit yang masih memiliki berat badan berlebih. Dari 126 Pasis yang memiliki berat badan berlebih yang dibina oleh Komandan Secapaad.

Salah satunya Letda Arm Roberta F Ernanda, saat ditanya KSAD ia mengaku Berat Badannya berlebih dikarenakan Pola makan yang tidak teratur, namun kini berhasil menurunkan berat badannya hingga 17 kg.

" Pertama masuk sini Berat Kami 95 kg, sekarang berat kami turun menjadi 78 kg, karena dulu pola makan kami yang tidak teratur dan jarang melakukan Olahraga", Ujar Letda Arm Roberta.

KSAD juga memberikan kesempatan kepada para Perwira Lulusan Diktukpa Tahun 2021 untuk bertemu dengan keluarganya. Salah seorang perwira muda yang berasal dari Kesatuan Direktorat Keuangan TNI AD Letda Cku Anisa akhirnya dapat bertemu dan melepas rindu dengan kedua anaknya setelah menjalani pendidikan.

Meskipun telah kehilangan suami karena meninggal dunia, ia mengaku tetap kuat hingga berhasil meraih pangkat Letda. "Kebetulan saya seorang single parent, kurang lebih sudah lima tahun kami ditinggal suami yang telah berpulang," kata perwira Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) tersebut.

Perjuangan yang berat telah dilalui Letda Cku Anisa dalam menempuh pendidikan di Secapa AD contoh Sosok perempuan tangguh yang dapat menyelaraskan perannya sebagai seorang ibu dan srikandi yang mengabdi kepada bangsa dan negara.

Momen haru juga dirasakan prajurit Kowad letda Norsina mesah yang sempat menjalani isolasi karena terpapar Covid-19. Meskipun tak dapat bertemu langsung dengan keluarganya, pertemuan secara virtual dapat mengobati rasa rindunya bertemu dengan keluarga.

"Halo Nak, terima kasih ya doanya. Tujuh bulan pendidikan sudah selesai, walaupun selama tujuh bulan kita tidak pernah bertemu karena saya menderita Covid-19," kata Norsina. (Man)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.