KSAD Revitalisasi Cagar Budaya Makam Auliya Sono yang Terletak di Kompleks Militer

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman resmi melakukan peletakan batu pertama untuk revitalisasi cagar budaya Makam Auliya Sono yang terletak di dalam Komplek Militer Gudang Pusat Senjata (Gupusjat) Optronik II Puspalad, di Desa Sidokerto Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Rabu, (31/8).
"Ini merupakan tindak lanjut usulan Pemkab Sidoarjo yang disampaikan Bupati Sidoarjo kepada saya saat kunjungan kerja di wilayah Kodam V/Brawijaya bulan Juni yang lalu. Saya selaku Kepala Staf Angkatan Darat, mohon doa restu dari masyarakat khususnya di Jawa Timur agar proses pembangunan Makam Sono ini berjalan lancar, tertib serta cepat diselesaikan,” kata Dudung.
Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali, yang turut hadir di acara tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya untuk atensi KSAD sehingga revitalisasi akhirnya dilaksanakan.

“Kami mewakili masyarakat Sidoarjo menyampaikan ucapan terima kasih atas atensi Jenderal Dudung sehingga revitalisasi dapat dilaksanakan. Semoga dengan revitalisasi ini mampu meningkatkan kualitas dan karakter SDM Sidoarjo, serta menancapkan bahwa Sidoarjo merupakan pusat peradaban pendidikan Islam,” ujar Ahmad Muhdlor.
Peletakan batu pertama yang juga dihadiri Forkopimda Jawa Timur ini, menandai dimulainya pembangunan Makam Auliya Sono yang meliputi pelebaran jalan menuju makam, penataan kembali area makam, pembangunan masjid dan penataan perumahan militer yang berada di sekitar makam tersebut.
Pondok Pesantren Sono merupakan salah satu dari dua Pondok Pesantren besar dan tertua di Jawa Timur didirikan sekitar tahun 1750-an oleh KH. Muhayyin.
Pondok pesantren ini kemudian menjadi rujukan pondok pesantren di Indonesia serta banyak ulama besar yang menimbah ilmu di Pondok ini diantaranya KH. Hasyim Asy'ari pendiri NU dan Pesantren Tebuireng. (rr)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































