KSAD Pimpin Apel Bersama di Mabesad

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin apel bersama di Mabesad, Jakarta, Selasa (21/11), sekaligus menjadi momen terakhir KSAD bersama seluruh keluarga besar Mabesad sebelum mengemban tugas sebagai Panglima TNI.
Dalam amanatnya, KSAD memerintahkan agar prajurit TNI AD yang memiliki prestasi diberikan reward berupa kesempatan sekolah dua periode mendahului dari rekan-rekannya sebagai wujud dari konsep ‘reward and punishment’ di tubuh TNI AD.
Baca Juga: Prabowo Terima Darjah Utama Bakti Cemerlang, Penghargaan Militer Tertinggi dari Pemerintah Singapura
“Saya meyakini tamtama yang baik akan menjadi bintara yang baik. Bintara yang baik akan jadi perwira yang baik. Begitu juga yang perwira. Untuk itu, bagi prajurit yang berprestasi, sekolah mendahului rekan-rekannya,” jelas Agus.
Demi keberhasilan dalam melaksanakan tugas, Agus berpesan agar setiap prajurit TNI AD selalu berpegang teguh pada tugas pokok (task oriented), dan diharapkan selalu menerapkan dan dapat mengimplementasikan visi ‘TNI AD yang PRIMA (profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif).
Usai Apel, KSAD memberikan hadiah Umroh Gratis kepada 104 personel Militer dan PNS yang berprestasi dan memiliki dedikasi yang tinggi dalam pelaksanaan tugas.
Diharapkan, reward yang diberikan tidak dilihat sebagai penghargaan individu, melainkan sebagai dorongan bagi personel yang lain untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan TNI Angkatan Darat. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































