HANKAM

KSAD: Pengamanan Pemilu di Papua Akan Berlapis

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto saat menggelar apel pasukan TNI AD untuk pengamanan pemilu 2024 di Monas, (8/11). (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan pengamanan pelaksanaan pemilu 2024 di Papua akan berlapis. Hal ini dikatakannya saat menggelar apel pasukan TNI AD untuk pengamanan pemilu di Monas, Rabu, (8/11/2023).

"Ya kalau kita mengacu dari Bawaslu itu ada tiga Indeks kerawanan tadi, hanya kita ditambah kerawannya pengamanan, jadi setiap wilayah itu berbeda. Mungkin kalau di papua itu berbeda karena tingkat kerawanannya. Nanti diklasifikasikan, pangdam sudah laporan tadi dengan tingkat kerawanan yang ada di Papua, maka pengamanannya akan berlapis. Ada yang di TPS, sehingga TPS itu aman dari gangguan," kata KSAD.

Baca Juga: KSAD: Amankan Pemilu, TNI AD Akan Kerahkan Tiap Kodam 8-10 Ribu Personel

Lanjutnya bahwa klasifikasi daerah rawan tentunya akan berbeda dengan di daerah yang aman, dan pengamananya akan berbeda setiap klasifikasi tersebut.

Prajurit TNI AD
(IDM/Faisal Ramadhan)

"Di daerah yang klasifikasinya putih, kan ada putih, abu-abu, dan hitam, kita klasifikasi seperti itu," katanya.

Baca Juga: Penuhi Janji Beasiswa, Prabowo Terima Kedatangan 22 Mahasiswa Palestina untuk Belajar di Unhan RI

Sementara itu untuk pengamanan di Ibu Kota, KSAD mengklarifikasi daerah rawan konflik sosial.

"Kalau di DKI mungkin rawannya konflik ya, konflik sosial, beda. Kalau di Papua OPM mungkin gangguan OPM, penanganannya akan berbeda tentu. Kita akan lebih banyak berkolaborasi dengan Polri dan semua elemen masyarakat, sehingga pelaksanaan pemilu ini bisa berjalan lancar, tentunya TNI tidak bergerak sendiri," kata KSAD. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.